|
Rasul Paulus menegaskan sebagai kebodohan jika kita tidak mengerti kehendakNya karena penggenapan janji-janjiNya tergantung sejauh mana kita mengerti kehendakNya. (baca Ib 10:36). Rasul Paulus mendorong jemaat untuk berusaha, “usahakanlah supaya kamu mengerti”. Bagaimana? Rasul Paulus menyatakan dengan berdoa meminta “Roh hikmat dan wahyu (pengertian) untuk mengenal Dia dengan benar” (Ef 1:17). Kehendak Tuhan merupakan bagian penting di dalam kehidupan orang percaya dan kita perlu menyimak alasan-alasannya sesuai dengan kebenaran Firman, yaitu sebagai berikut: 1. Tuhan telah merancangkan kehidupan. Yeremia 1:5 “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu…. Sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau….Aku telah menetapkan engkau menjadi (nabi bagi bangsa-bangsa)”. Di dalam setiap kehidupan Tuhan telah menentukan, Tuhan telah merancangkan dan rancanganNya dilengkapi dengan talenta dan karunia yang diberikan di dalam setiap kehidupan. Rasul Paulus menyatakan “tiap-tiap orang ” (1 Kor 12:7), setiap orang, setiap kehidupan sejak dari lahir diberi talenta yang kemudian menjadi karunia karena Roh Tuhan ikut bekerja di dalam kehidupan. Tuhan juga menyatakan lewat Nabi Yeremia bahwa rancangan Tuhan adalah “rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yer 28:11). Yang amat menyedihkan di dalam hidup ini sering terjadi kecelakaan dalam arti kata masalah hidup. Apa yang perlu segera diketahui jika masalah ada di dalam kehidupan? Itu bukan rancangan Tuhan dan mungkin kita telah melangkah diluar rancangan Tuhan dengan membuat rancangan sendiri. 2. Tuhan yang menetapkan langkah hidup. Yeremia 10:23 “Aku tahu ya Tuhan bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya…”. Manusia tidak mempunyai kuasa, tidak mempunyai hak untuk menentukan langkah hidupnya sendiri. Siapakah yang berhak? Pemazmur Daud menyatakan “Tuhan menetapkan langkah-langkah orang” (Maz 37:23). Penulis Amsal menyatakan “ Hati manusia memikir-mikirkan jalannya tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya” (Ams 16:9). Manusia boleh mikir aja tetapi manusia tidak berkuasa. Hanya Tuhan yang berkuasa. Rasul Paulus menegaskan “bahwa kamu bukan milik kamu sendiri sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar (1 Kor 6:19-20). Dari sebab itu hendaklah kita taat dan perlu disadari hati yang taat telah diberikan Tuhan kepada kita (baca Yehz 11:19-20). Ketaatan dikalahkan oleh pencobaan bagi orang yang dikuasai kedagingan dan pencobaan dikalahkan oleh ketaatan bagi orang yang dikuasai Firman. 3. Tuhan akan memberkati para pemenang. Filipi 3:14 “ini yang kulakukan: melupakan apa yang ada dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus” (Fil 3:14). Hanya pemenang yang mendapatkan hadiah bukan semua orang. Hanya orang yang berhasil yang mendapatkan hadiah. Hanya orang yang berhasil melakukan hekendakNya yang diberkati. Alkitab ini diawali dengan “Kejadian” dan diakhiri dengan “Wahyu”, ditengah-tengahnya dinyatakan berbagai hal di antaranya kehendakNya dan ketidak-taatan manusia karena “tegar tengkuk” Israel bahkan digambarkan dari Mesir ke tanah perjanjian aja membutuhkan 40 tahun di padang gurun. Pernyataan Tuhan kepada 7 jemaat dinyatakan di dalam kitab Wahyu dengan pernyataan “Barang siapa menang…..” dan para pemenang saja yang akan mendapatkan berkat yaitu orang-orang yang “melakukan kehendakBapaKu yang di sorga” (Mat 7:21). |