Skip to content
 
Bangkitlah dari kelumpuhan rohani

Bangkitlah dari kelumpuhan rohani. Firman: Lukas 5: 17-26

Diperkirakan Tuhan Yesus ada di rumah Petrus dan sedang mengajar. Diantaranya yang hadir adalah orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Firman menyatakan “Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit” (ay 17). Mujijat terjadi jika kuasa Tuhan nyata dan bersama dengan kita! Di dalam kitab Habakuk dikatakan “Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisiNya dan disitulah terselubung kekuatanNya” (Hab 3:4) (NIV: His power is hidden). Ayat ini menyatakan di saat hadiratNya di tengah-tengah kita di situ terselubung kuasaNya.

Marilah kita menyadari keberadaan Tuhan di tengah-tengah umatNya dan biarlah setiap orang yang mengalami kelumpuhan rohani akan dibangkitkan dengan kuasaNya. Apa yang perlu diperhatikan di dalam kisah orang lumpuh yang disembuhkan?

1. Bersedia dibawa mendekat Tuhan
“Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidurnya” (ay 18). Siapakah mereka yang membawa orang lumpuh tersebut? Mereka adalah orang-orang beriman dan dinyatakan “Yesus melihat iman mereka” (ay 20). Bukan orang lumpuh yang beriman tetapi orang lumpuh dibawa menghadap Tuhan oleh orang-orang beriman. Orang beriman berperan bahkan dapat dipakai sebagai ukuran sejauh mana imanmu tergantung sejauh mana usahamu membawa orang mendekat kepada Kristus. Jika kita tahu dan yakin bahwa Kristus adalah satu-satunya Juruselamat maka kita akan membawa banyak orang kepada Dia.

2. Akar masalah perlu diselesaikan
“Hai saudara, dosamu sudah diampuni”(ay 20). Tuhan Yesus segera mengetahui akar dari permasalahan orang lumpuh ini yaitu karena dosa. Pada umumnya sebagian besar dari masalah yang terjadi dalam kehidupan adalah karena dosa walaupun tidak dapat dinyatakan semua masalah atau penyakit (baca Yoh 9:1-3). Jika ada dosa maka hendaklah kita meminta pengampunan untuk pemulihan. JanjiNya “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1Yoh 1:9). Hanya Tuhan Yesuslah yang sanggup mengampuni dosa kita “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” (ay 24a). Janganlah kita bertekun dalam dosa dan tidak seharusnya kita berbuat dosa lagi “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk” (Yoh 5: 14).

3. Dengarkan dan lakukan firmanNya.
“Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!.(ay 24)”. Orang lumpuh ini mendengar dan segera melakukan tepat seperti yang Tuhan katakan, “Dan seketika itu juga bangunlah ia…, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya….” (ay 25). Ini adalah ketaatan. Betapa banyak perintah Tuhan yang tidak kita lakukan sesuai dengan kehendakNya secara utuh tanpa memilih. Orang lumpuh bangun dan segera bangun ia tidak memilih untuk tidak bekerja tetapi dengan segala ketaatan ia mengangkat tempat tidurnya dan pulang kerumah seperti yang Tuhan perintahkan. Benar ia melakukan satu tindakan tambahan yaitu “….sambil memuliakan Allah” (ay 25). Tambahan tindakan ini membuat ia lebih berkenan di hadapan Tuhan karena itulah panggilan kita “untuk kemuliaanKU” (Yes 43:7).

 

 

Polls

What do you think of our new-look website?
 

Language Selection