Skip to content
 
Cara berdoa yang diajarkanNya

Cara berdoa yang diajarkanNya. Firman: Matius 7: 7-11

Pengajaran Tuhan Yesus yang dikenal sebagai Kotbah di bukit di mana Tuhan Yesus mengajarkan cara berdoa kepada para muridNya agar doa mereka akan dikabulkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan yaitu:

1. Memohon dengan kesungguhan.
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu” (ay 7a). Meminta berarti kesadaran ada kebutuhan atau kekurangan dan dibutuhkan pertolongan pihak yang lain untuk mengatasi kebutuhan atau kekurangan tersebut.  Meminta berarti mau merendahkan diri. Seorang penulis menyatakan menjadi seperti pengemis rohani! Apa bedanya pengemis rohani dan yang tidak rohani? Yang tidak rohani bermuka tebal sedangkan yang rohani memiliki kerendahan hati. Raja Daud sewaktu memohon kepada Tuhan dikatakan “berpuasa dengan tekun…. semalam-malaman itu ia berbaring di tanah” (2 Sam 12:16). Ayub dan kawan-kawannya “menangislah… mengoyak jubahnya…. Menaburkan debu di kepala” (Ayub 2:12). JanjiNya bagi setiap orang dinyatakan “Karena setiap orang yang meminta, menerima” (ay 8a).

2. Berusaha untuk mendapatkan.
“Carilah maka kamu akan mendapatkan” (ay 7b). Mencari berarti bukan berdiam diri tetapi secara aktif melakukan usaha untuk mendapatkannya. Motto “ora et labora” (bahasa Latin) yang berarti berdoa dan bekerja harus diterapkan dan alkitabiah. Janganlah berdoa tanpa melakukan apa-apa seperti berdoa meminta pekerjaan tetapi tidak pernah melamar pekerjaan. Gunakan segala fasiltas yang dimilikinya termasuk kepandaian, kesensitifan akan kehendakNya (suara hati), pengalaman bahkan relasi yang dimiliki. JanjiNya “Setiap orang yang mencari, mendapat” (ay 8b)

3. Melakukan dengan ketekunan
“Ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu” (ay 7c). Mengetuk memerlukan kesabaran dan ketekunan. Mengetuk bukan mendobrak tetapi harus menunggu hingga dibukakan pintunya dan harus dilakukan berulang kali dengan tekun. Hidup nampaknya mengalami jalan buntu, semua pintu seperti tertutup, Firman berkata “ketoklah!” Tuhan Yesus juga mengajarkan perumpamaan hakim yang tidak benar. Walaupun ia dinyatakan tidak takut Tuhan dan tidak menghormati siapapun tetapi karena ada seorang janda yang senantiasa datang meminta pertolongannya akhirnya ia berkata “janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia” (Luk18:5). JanjiNya “Setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan” (ay 8c)

4. Terimalah jawaban doa dengan syukur
“Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya” (ay 11). Pernyataan “yang baik”, itu adalah pemberian Tuhan, tidak mungkin seorang anak yang minta roti diberi batu atau minta ikan diberi ular (baca ay 10-11). Bapa senantiasa memberi yang terbaik. Betapa menyedihkan di saat Bapa menjawab dan memberi yang terbaik tetapi kita abaikan karena kita menggunakan ukuran menurut kehendak kita sendiri sehingga tanpa disadari pemberian sebagai jawaban diabaikan atau ditolak dan kita tetap menunggu yang sesuai dengan kehendak diri kita sendiri. Contoh, Tuhan memberi dan menentukan pasangan hidup tetapi kita menolak karena tidak sesuai dengan selera pribadi. Pemberian Tuhan perlu disadari dengan kesensitifan dan diambil dengan ketaatan karena itu “yang baik”: yang tepat dan yang sepadan bagi kita.

 

 

Polls

What do you think of our new-look website?
 

Language Selection