Skip to content
 
Diberkati di masa sulit

Diberkati di masa sulit. Firman: Kejadian 26: 1-6;  12-19

Perikop ini menceritakan kisah anak Abraham, Ishak, yang pada waktu itu ada di masa sulit yaitu masa kelaparan. Itulah sebabnya “Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin “ (ay 1b). Pikiran Ishak tentu melayang ke Mesir dan Tuhan mengetahui kehendaknya. Apa yang terjadi? Tuhan menyatakan dan Ishak melakukan. Kita perlu memperhatikan sikap Ishak di saat menghadapi masa sulit ini.

1. Mendengar dan mentaatiNya
“Lalu Tuhan menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu” (ay 2). Tuhan menampakan diri dan berfirman memberi petunjuk. Ishak mendengar dan mentaati tanpa berbantah.“Jadi tinggallah Ishak di Gerar” (ay 6). Ketaatan dalam melakukan kehendakNya selalu mendatangkan berkat. Penulis Ibrani menyatakan “supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu” (Ibr 10: 36). Raja Daud dikenal sebagai seorang yang berkenan dihadapan Tuhan dan ia selalu mendengarkan dan mentaati kehendakNya (baca 1 Sam 30:1-25).

2. Hidup dalam penyertaanNya
“Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau…”(ay 3). Tuhan menyertai dan penyertaanNya bukan merupakan sesuatu yang sia-sia tetapi Tuhan juga mau memberkati. Pernyataan Tuhan Yesus “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak” (Yoh 15: 5b). PenyertaanNya membuat kita mampu berbuah banyak, “diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh 15:5). JanjiNya “ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa…” (Mat 28:20) dan janji ini telah digenapi “Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita..” (Gal 4:6). Roh Tuhan telah menyertai kita dan ada di dalam hati kita dan kini yang harus kita lakukan yaitu agar kita tinggal di dalam Tuhan, hidup dalam penyertaanNya!

3. Bekerja dengan mengandalkanNya
“Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat, sebab ia diberkati Tuhan” (ay 12). Ishak tetap bekerja bahkan bekerja keras di bawah terik matahari dengan menabur di tanah yang kering. Ia mendapat hasil 100 kali lipat. Segala benih yang ditabur, tenaga, keringat dan air mata yang dikeluarkan tidak sia-sia dihadapan Tuhan. Dinyatakan “sebab ia diberkati Tuhan” (ay 12). Penyebab keberhasilan Ishak disebabkan karena Tuhan yang memberkati. Tuhan menyatakan: “Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan” (Ul 8: 17-18a). Ishak diberkati “Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya” (ay 13) tepat seperti janji Tuhan “engkau akan tetap naik dan bukan turun” (Ul 28:13).

Perikop ini menyatakan bahwa disamping ketiga hal diatas, Tuhan memberkati Ishak disebabkan karena orangtua Ishak yaitu “ karena Abraham telah mendengarkan firmanKu dan memelihara kewajiban kepadaKu….” (ay 5). Marilah kita menjadi orangtua yang takut akan Tuhan agar berkat Tuhan akan mengalir hingga anak cucu kita (baca Maz 37:25-26). Amin!

 

Polls

What do you think of our new-look website?
 

Language Selection