|
Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose di mana Rasul Paulus menyatakan dengan “tiada henti-henti berdoa” (ay 9), senantiasa berdoa karena doa permintaannya merupakan bagian yang sangat penting di dalam kehidupan orang percaya. Apa yang dinyatakan di dalam doa Rasul Paulus yang menggembalakan jemaat di Kolose? 1. Agar jemaat mengetahui kehendakNya. “untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna” (ay 9). Setiap orang percaya perlu mengetahui kehendak Tuhan bahkan di dalam perikop ini di dalam bahasa Yunani mengandung makna pengetahuan penuh. Bukan sekedar tetapi penuh dan sempurna, benar-benar tahu apa yang menjadi kehendakNya. Tuhan ingin kita mengetahui, “Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendakNya…” (Kisah 22:14). Tuhan ingin kita mengerti kehendakNya, “Sebab itu janganlah kamu bodoh tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan” (Ef 5:17). KehendakNya agar kita mengetahui dan mengerti kehendakNya dengan sempurna. Bagaimana? Rasul Paulus menjelaskan “dengan menerima segala hikmat dan pengertian yang benar” (ay 9). Kepada jemaat di Efesus diungkapkan dengan “Roh hikmat dan wahyu (pernyataan) untuk mengenai Dia dengan benar” (Ef 1:17). Perlu disadari kehendakNya dapat dinyatakan sebagai kehendak umum Tuhan dan semuanya diungkapkan dalam FirmanNya dan sebagai kehendak khusus Tuhan secara pribadi dan diungkapkan lewat pengenalan dan keintiman kita dengan Kristus, dapat pula melalui nubuatan-nubuatan. 2. Agar jemaat lahir atau hidup baru. “sehingga hidupmu layak di hadapanNya serta berkenan kepadaNya” (ay 10) (Kabar baik: hidup menurut kemauan Allah dan selalu menyenangkan hatiNya). Urutannya pertama adalah hikmat agar mengetahui kehendakNya dan setelah itu berjalan menjalani hidup ini bersama dengan Dia. Harus diingat kita tidak dapat berjalan bersama dengan Dia jika jika tidak mengetahui kehendakNya. Rasul Paulus menasehati jemaat agar hidup kita “harus sepadan dengan panggilan kita” (Ef 4:1), “harus sepadan dengan Injil Kristus” (Fil 1:27) dan “harus sesuai dengan kehendakNya” (1 Tes 2:12). Singkatnya kita harus hidup berkenan kepada Tuhan (1 Tes 4:1). Salah satu tokoh di alkitab yang berkenan di hadapan Tuhan dan yang senantiasa melakukan kehendakNya adalah Daud (baca Kisah 13:22) dan Tuhan memberkati Daud dengan cara yang luar biasa sehingga dari mulutnya ia menyatakan “Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman dan anak cucunya menjadi berkat” (Maz 37:25-26). 3. Agar jemaat bertumbuh dan berbuah. “dan kamu memberi buah…. dan bertumbuh….dan dikuatkan… dan mengucap syukur…” (ay 10-12). Bertumbuh dan berbuah merupakan hasil akhir yang dipakai sebagai ukuran keberhasilan hidup. Apa artinya hidup tanpa pertumbuhan? Apa artinya hidup tanpa ada hasil buah yang dapat dinikmati? Bertumbuh dan berbuah merupakan janji Tuhan, “engkau akan tetap naik bukan turun” (Ul 28:13) sebagai janji jaminan bertumbuh dan “barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak” (Yoh 15:5) sebagai janji jamiman berbuah. Hidup ini bukanlah tidak berarti tetapi sangat berarti karena telah dirancangkan Tuhan, “memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yer 29:11). Yang dinyatakan “melayakan kamu mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang” (ay 12). Kerinduan gembala agar jemaat Tuhan yang digembalakan akan mendapatkan berkatNya secara utuh dan sempurna. Amin! |