|
Tuhan memanggil dan setiap orang dipanggil untuk melakukan pekerjaan Tuhan secara spesifik, “Aku telah menetapkan engkau…..” (Yer 1:5). Panggilan ini perlu diresponi dengan ketaatan karena ketidak taatan akan berakibat. Nabi Yunus dipanggil oleh Tuhan “Bangunlah pergilah ke Niniwe” (1:2) agar Niniwe bertobat dari kejahatannya tetapi “Yunus bersiap melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan” (1:3). Apa yang terjadi di dalam kisah Yunus yang tidak taat? 1. Tuhan memberi badai yang menyadarkan. “Tetapi Tuhan menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur” (1:4). Badai terjadi karena Tuhan yang menjadikan tetapi Tuhan tidak memberikan kehancuran, dinyatakan hampir hancur tetapi belum hancur! Terkadang Tuhan memberikan badai di dalam kehidupan supaya kita sadar dan mengadakan introspeksi diri. Yang menyedihkan betapa banyak orang yang mengalami badai kehidupan tetapi masih tidak sadar. Orang-orang kafir yang di kapal bersama dengan Yunus menyadari dan segera introspeksi diri, “masing-masing berteriak teriak kepada allahnya” (1:5), “Marilah kita buang undi supaya kita mengetahui karena siapa kita ditimpa malapetaka ini” (1:7). Siapa yang salah dan apa kesalahannya? “Yunuslah yang kena undi” (1:7) dan mereka bertanya “Apa yang telah kauperbuat” (1:10). Badai memberikan kesadaran untuk membawa kita kembali kepada panggilan kita untuk melakukan kehendakNya. 2. Tuhan memberi pertolongan tepat waktu. “Maka atas penentuan Tuhan datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus”(1:17). Tepat pada waktunya sehingga Yunus tidak tenggelam tetapi diselamatkan atas pertolonganNya. Apa yang terjadi selama 3 hari di dalam perut ikan? Yunus berdoa dan ia segera menyadari kehendakNya. Ia menyatakan “dengan ucapan syukur, akan kupersembahkan korban kepadaMu; apa yang kunazarkan akan kubayar”(2:9). Atas perintah Tuhan, Yunus dikembalikan kedaratan dan Tuhan kembali berfirman “Bangunlah pergilah ke Niniwe” (1:2). Yunus taat atas kehendakNya, “sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu” (3:2). Ia masuk kota dan”berseru 40 hari lagi maka Niniwe akan ditunggangbalikan” (3:4). Pernyataan Yunus menggemparkan kota sehingga mereka bertobat dan Tuhan membatalkan rancangan untuk menghukum Niniwe (baca 3:10). Tuhan memberi pertolongan tidak hanya kepada Yunus tetapi juga kepada penduduk Niniwe yang berbalik mencari dan melakukan kehendakNya. 3. Tuhan memberi pernyataan kasihNya “aku tahu bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang yang panjang sabar dan berlimpah kasih setianya..” (4:2). Yunus kesal hati, marah dan berdoa minta mati tetapi Tuhan berkata “Layakkah engkau marah” (4:4). Tuhan menghibur dengan pohon jarak yang menaunginya, “Yunus sangat bersukacita” (4:6). Tuhan memberikan ulat sehingga pohon jarak layu dan memberikan angina timur yang panas terik sehingga Yunus sakit kepala (baca 4:7&8). Yunus marah lagi, “Selayaknyalah aku marah sampai mati” (4:9). Di saat inilah Tuhan memberi pernyataan yang luar biasa, “Engkau sayang kepada pohon jarak” (4:10) yang bukan milikimu! “Bagaimana tidak Aku tidak sayang kepada Niniwe” (4:11) yang menjadi milik Tuhan dengan penduduk 120,000 orang dan yang tidak mempunyai pengertian akan kebenaran, “tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri” (4:11). Rasul Petrus menyatakan “Ia sabar terhadap kamu karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Pet 3:9). Tuhan mengasihi miliknya, “engkau ini kepunyaanKu …… Aku ini mengasihi engkau” (Yes 43: 1&4). |