|
Daud adalah raja dan yang pernah menjadi gembala semasa mudanya menggembalakan kawanan domba milik ayahnya, ia menyatakan bahwa “Tuhan adalah gembalaku” (ay 1). Daud menyadari betapa pentingnya seorang gembala bagi kawanan domba. Tanpa gembala maka kawanan domba akan berjalan kian kemari tanpa tujuan. Tuhan menyatakan “berkeliaran….. dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala” (Zak 10:2); “mereka lelah dan terlantar” (Mat 9:36). Penggembalaan adalah mutlak! Daud menyadari bahwa ia dilahirkan sebagai domba dan dipanggil Tuhan sebagai gembala, “Daud, hambaKu; dia akan menggembalakan mereka” (Yehz 34:23). Dwi fungsi di dalam kehidupan dan dibutuhkan keseimbangan. Pemazmur kini meletakan dirinya sebagai domba dan menyatakan kebaikan Tuhan sebagai gembalanya yaitu sebagai berikut: 1. Gembala melengkapi kebutuhan “takkan kekurangan aku” (ay 1) karena Tuhan akan melengkapi kebutuhan kita sehingga tidak ada kekurangan. Kehidupan yang memiliki 1001 macam kekurangan diantaranya kurang berkat, kurang damai, kurang sejahtera, kurang maju, kurang aktifitas, kurang yakin harus ditanggulangi dengan mendekat kepada sumber daripada segala sumber yaitu Tuhan sebagai gembala yang baik. Tuhan Yesus menyatakan jika burung di udara saja dipelihara, “Bukankah kamu jauh melebihi burung burung itu?” (Mat 6:26). 2. Gembala memberi kelegaan “Ia membaringkan aku dipadang yang berumput hijau” (ay 2a) (Engl: He makes me lie down). Tuhan yang membuat domba berbaring bukan kemauan domba tetapi Tuhan yang menjadikan. Disuruhnya kita untuk santai tidak bekerja keras membanting tulang tetapi menikmati rumput hijau yang menyegarkan. Tuhan Yesus berkata “Marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu …. . jiwamu akan mendapat ketenangan” (Mat 11:28-30). Pemazmur menyatakan “Ia menyegarkan jiwaku” (ay 3), tidak ada stress dan depresi tetapi relaks. 3. Gembala memimpin kehidupan “Ia membimbing aku ke air yang tenang” (ay 2b), “Ia menuntun aku ke jalan yang benar..” (ay 3b). Ia memimpin dan tidak akan membawa dombanya ke tempat yang berbahaya dan yang tidak benar melainkan membawa ke tempat yang nyaman dan tepat seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air sehingga “apa saja yang diperbuatnya berhasil” (Maz 1:3). 4. Gembala menyertai dan melindungi “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman ………” (ay 4). (Engl: Even though I walk through the valley of the shadow of death) (Kabar baik: aku melalui lembah). Pernyataan “berjalan dalam lembah” berarti berada di dalam lembah. “through the valley” atau “melalui lembah” menyatakan masuk ke dalam dan keluar lagi, tidak selamanya ada di dalam lembah kekelaman atau lembah bayang-bayang maut. Pemazmur menyatakan Bahwa kita akan mampu menhadapi berbagai masalah dan keluar dari masalah karena Tuhan menyertai kita dengan gadaNya dan tongkatNya. Pemazmur berkata “Apabila ia jatuh tidaklah sampai tergeletak karena Tuhan menopang tangannya” (Maz 37:24) 5. Gembala memberkati dengan limpah “Engkau menyediakan hidangan bagiku dihadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh melimpah” (ay 5). Menyediakan hidangan adalah berkat. Dinyatakan disiapkan dihadapan lawan kita yaitu iblis! Di saat kita ada di dalam lembah kekelaman di mana iblis bekerja, Tuhan juga telah bekerja menyediakan hidangan yaitu berkat untuk kita ambil dan nikmati. Tuhan juga mengurapi kita dengan kuasaNya yang dahsyat sehingga melimpah dan menjadikan kita diikuti berkat, “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku seumur hidupku” (ay 6). Daud menyadari akan Tuhan yang maha kasih sehingga ia menyatakan “Tuhan adalah gembalaku” dan ia tidak menghendaki meninggalkan penggembalaan dengan pernyataan “aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa” (ay 6b). Amin! |