Skip to content
 
Yang berkenan diberkatiNya

Yang berkenan diberkatiNya. Firman: Yeremia 24:3-7

Nabi Yeremia mendapat pernyataan Tuhan, “sesudah Nebukadnezar, raja Babel, mengangkut ke dalam pembuangan Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta para pemuka Yehuda, tukang dan pandai besi dari Yerusalem dan membawa mereka ke Babel” (ay 1). Di saat itu mereka dalam keadaan berputus asa dan disaat itu pula Tuhan memberikan pengharapan bagi mereka yang baik dan yang berkenan dihadapan Tuhan.

Nabi Yeremia dihadapkan dengan dua keranjang yang berisi buah ara yang baik, “yang baik itu sangat baik” (ay 3) dan buah ara yang jelek, “yang jelek yang tidak dapat dimakan karena jeleknya” (ay 3). Yang baik dan yang jelek akan dipisahkan dan ini yang pula dinyatakan oleh Tuhan Yesus sendiri, “ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang” (Mat 13:48) dan “sama seperti gembala memisahkan domba dan kambing” (Mat 25:31-32). JanjiNya yang baik akan diberkatiNya dan dinyatakan sebagai berikut:

1. Tuhan memperhatikan kehidupan kita.
“Aku akan memperhatikan untuk kebaikannya” (ay 5). “Aku akan mengarahkan mataKu kepada mereka untuk kebaikan mereka” (ay 6). Tuhan yang melakukannya. Ia peduli, Ia memperhatikan dan Ia memandang kita untuk kebaikan kita dan dijauhkanlah kita daripada yang tidak baik. Kita ada di dalam penjagaannya dan segala derita masa kini akan diubahNya untuk kebaikan. Kita “berjalan dalam lembah kekelaman” (Maz 23:4) dan janjiNya kita akan dibawaNya keluar dari lembah kekelaman (Engl: walk through, Kabar Baik: melalui lembah) dan selama dalam lembah kekelaman, “aku tidak takut bahaya sebab Engkau besertaku” (Maz 23:4). Rasul Paulus menyatakan “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan….” (Rom 8:28).

2. Tuhan menjadikan kita bertumbuh.
“Aku akan membangun mereka bukan meruntuhkannya. Aku akan menanam bukan mencabutnya” (ay 6-7). Tuhan yang membangun dan menanam. KehendakNya supaya kita bertumbuh dan berbuah agar kita dan orang-orang disekitar kita menikmati berkat Tuhan dengan ucapan syukur. Rasul Paulus menyatakan “hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia… berakar…. dibangun diatas Dia…bertambah teguh dalam iman …dan… hatimu melimpah dengan syukur” (Kol 2:6-7). Pertumbuhan yang dikehendakiNya dinyatakan “engkau akan tetap naik dan bukan turun” (Ul 28:13).

3. Tuhan membuat kita mengenalNya.
“Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku yaitu bahwa Akulah Tuhan” (ay 7). Tuhan memberi dan Tuhan yang menjadikan kita mengenal Dia. Dibutuhkan hati lain agar kita untuk mampu mengenalNya dan menjadi umatNya. Hati yang lama, “kecendrungan hatinya selalu membuahkan kejahatan” (Kej 6:5) harus diganti dengan “hati yang lain dan roh yang baru …..hati yang taat… maka mereka akan menjadi umatKu” (Yehz 11: 19-20). Hati yang baru dan roh yang baru akan berjumpa dengan Roh Kudus, “Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita yang berseru ya Abba, ya Bapa!” (Gal 4:6) sehingga kita mengenal Dia dan menjadikan Tuhan sebagai Bapa.Tuhan menyatakan “Mereka akan menjadi umatKu dan Aku akan menjadi Allah mereka.” (ay 7)

Apa yang dibutuhkan agar kita menjadi yang baik bukan yang jelek? Pernyataan Tuhan kepada Nabi Yeremia mengungkapkan “sebab mereka akan bertobat kepadaKu dengan segenap hatinya” (ay 7). Tuntutan Tuhan adalah pertobatan dengan segenap hati yang berarti berpaling kepada Tuhan dan meninggalkan segala dosa dengan segenap hatinya.

 

Polls

What do you think of our new-look website?
 

Language Selection