|
Tuhan Yesus menyatakan perumpamaan tentang lalang di antara gandum kepada murid-muridNya dengan diawali “Hal Kerajaan Sorga” (ay 24). Tuhan ingin menyatakan akan kebenaran KerajaanNya dan yang dimaksudkan bukan tentang sorga, kehidupan setelah kematian tetapi kehidupan masa kini dan kehidupan masa yang akan datang. Hal ini dinyatakan dalam doa Bapa kami, “Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu dibumi seperti di surga” (Mat 6:10). Apa yang Tuhan ingin nyatakan? Murid-muridNya juga bertanya “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di lading itu” (ay 36). Ada 3 hal yang perlu diperhatikan yaitu: 1. Ditabur ditempat yang sama. “Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi” (ay 25), sehingga di ladang ada lalang di antara gandum. Tuhan Yesus menyatakan bahwa keduanya menabur di “ladang ialah dunia” (ay 38), penaburnya berbeda yaitu “yang menabur benih yang baik ialah Anak Manusia” (ay 37), “yang menaburkan benih lalang ialah iblis” (ay 39). Dinyatakan pula”Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat” (ay 38). KehendakNya adalah yang baik di ladangNya tetapi dinyatakan “pada waktu semua orang tidur” (ay 25) iblis menggunakan kesempatan menaburkan benih yang jahat. Seorang penulis, Matthew Henry memberikan komentar pada saat gereja tidur, masalah datang! Gereja seharusnya menghambat pertumbuhan lalang dengan tidak tidur. Rasul Paulus menyatakan “biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan” (Rom 12:11). 2. Dibiarkan bertumbuh bersama. “Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai” (ay 30). Gandum dan lalang tumbuh bersama di dalam ladangNya. Hamba-hamba yang bekerja di lading bertanya “Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? (ay 28). JawabNya “Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu” (ay 29). Jangan bertindak dan jangan menghakimi sesamamu karena penghakiman adalah haknya Tuhan apalagi jika tindakan kita akan menjadikan batu sandungan bagi saudara kita sendiri. Tetapi kita seharusnya mengetahui perbedaan lalang dan gandum yang memiliki kemiripan, “Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu” (ay 26). Yang baik yaitu gandum akan merendahkan diri seperti Kristus sedangkan yang tidak baik yaitu lalang tetap menonjolkan diri. Apa yang menjadi kenyataan kehidupan masa kini yang terkontaminasi dengan yang jahat? Rasul Paulus menulis ke Timotius menyatakan keadaan manusia pada akhir jaman. (baca 2 Tim 3:1-4). 3. Dipisahkan pada waktuNya. “”Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah …. untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku” (ay 30). Yang dijelaskan oleh Tuhan Yesus kepada murid-muridNya dikatakan “Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikatNya dan akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam kerajaanNya. Semuanya akan dicampakkan ked al;am dapur api” (ay 41-42) “Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka” (ay 43). Pemisahan adalah jaminan. Surga dan neraka tidak dapat dibantah lagi dan pasti ada. “Orang benar dan ia pasti hidup” (Yehz 18:9) sedangkan yang bukan dikategorikan orang benar akan masuk ke dalam “kematian yang kedua: lautan api” (Wah 20:14). |