Skip to content
 
Bapa dan bapa rohanimu

Bapa dan bapa rohanimu. Firman: 1 Tesalonika 2:7-12

Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Tesalonika menyatakan pelayanan yang dilakukan dan sikap yang diberikannya kepada jemaat sebagai bapa rohani mereka. Ada 3 sikap yang menggambarkan seorang bapa dalam keluarga atau bapa rohani dalam jemaat, yaitu sebagai berikut:

1. Bapa melayani dengan kasih.
“Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang sangat besar akan kamu…” (ay 8). Rasul Paulus menyatakan bahwa ia rela menyerahkan hidupnya bagi jemaat karena “kamu telah kami kasihi” (ay 8). Dan karena kasih itu pula ia “berlaku ramah….. sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya” (ay 7). Di dalam perikop yang lain, Rasul Paulus mengingatkan para bapa untuk mendidik anak-anaknya tetapi dengan syarat, “Jangan sakiti hati anakmu” (Kol 3:21) dan “Jangan bangkitkan amarah…” (Ef 6:4). Dari sebab itu  mereka harus diasuh, dirawat dan dididik dengan kasih sayang. Dilemma yang dihadapi para bapa rohani adalah bayi-bayi rohani di gereja, sudah dewasa tetapi seperti bayi yang egois, tidak memikirkan orang lain dan menuntut agar kemauannya terpenuhi.

2. Bapa memperhatikan kebutuhan.
“…supaya jangan menjadi beban bagi siapapun juga di antara kamu” (ay 9). Rasul Paulus berpendapat bahwa ia tidak mau membebani jemaat yang pada saat itu hidup dalam kekurangan. Ia bekerja sebagai pembuat tenda dan juga melayani jemaat Tuhan, dikatakan dengan “usaha dan jerih lelah” (ay 9). Pandangan Rasul Paulus dinyatakan “Sebab bukan hartamu yang kucari melainkan kamu sendiri. Karena bukan anak-anak yang harus mengumpulkan harta untuk orangtuanya, melainkan orangtualah untuk anak-anaknya” (2 Kor 12:14b). Prinsip Rasul Paulus sebagai bapa ia merindukan bertemu dengan anak-anak rohaninya dan bukan hendak meminta berkat tetapi untuk memberkati, yaitu dengan memenuhi kebutuhan mereka “Karena itu aku suka mengorbankan milikku” (2 Kor 12:15). Istilah “bapa” yang dapat diartikan butuh apa saja pasti ada, jadi sebagai sumber walaupun perlu disadari bahwa sebagai bapa rohani ia mempunyai hak untuk mendapatkan upah tetapi “tidak menggunakan hak itu” (1 Kor 9:12)!

3. Bapa menasehati dan menguatkan hati.
“…telah menasehati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang dan meminta dengan sangat supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah…”(ay 11-12). Rasul Paulus menasehati dan menguatkan hati, pribadi demi pribadi secara perorangan dengan tujuan agar mereka dapat hidup sesuai dengan kehendakNya. Faedahnya, “supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu” (Ib 10:36). JanjiNya diantaranya adalah berkat, keberhasilan, keberuntungan, sukacita, damai sejahtera, kebahagiaan, masa depan penuh pengharapan dan keselamatan! Semuanya merupakan kebutuhan pokok dalam hidup masa kini dan masa yang akan datang. Bapa merindukan agar anak-anaknya hidup dalam janjiNya, diberkati!

Apa yang perlu diperbuat oleh anak-anak rohani terhadap bapa rohani mereka ? Rasul Paulus menegaskan “supaya kamu menghormati …. menjunjung mereka dalam kasih….” (1 Tes 5:12-13) dan Penulis Ibrani menyatakan “taatilah…… dan tunduklah kepada mereka sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu…..” (Ib 13:17). . Rasul Paulus juga mengingatkan betapa sulitnya memiliki bapa rohani, dikatakan: “sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa” (1 Kor 4:15).

 

Polls

Website baru ini...
 

Language Selection