Skip to content
 
Dibawa ketempat yang lebih baik

Dibawa ketempat yang lebih baik. Firman: Ulangan 11:7-5

Betapa indahnya bagi orang yang telah melihat segala perbuatan besar yang dilakukan Tuhan dengan mata sendiri karena ia akan dikuatkan iman kepercayaannya seperti Israel, “Sebab matamu sendirilah yang telah melihat segala perbuatan besar yang dilakukan Tuhan” (ay 7). Israel memiliki pengalaman tetapi sadarilah pula akan pernyataan Tuhan Yesus, “berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya” (Yoh 20:29). Yang penting berpeganglah kepada imanmu, “supaya kamu kuat untuk memasuki serta menduduki negeri..” (ay 8), “suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya” (ay 9).

JanjiNya, “Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir” (ay 10) tetapi negeri yang lebih baik daripada negeri sebelumnya. Yang lama “setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah” (ay 10) sedangkan yang baru “mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit; …dipelihara oleh Tuhan….; mata Tuhan, Allahmu tetap mengawasi dari awal sampai akhir tahun” (ay 11-12).

Jika Tuhan membawa kita keluar untuk meninggalkan yang lama maka Ia akan membawa kita ke tempat yang baru dan yang lebih baik. Rasul Paulus menyatakan “menanggalkan manusia lama…dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui” (Kol 3:9-10). Apa yang harus kita lakukan sebagai manusia baru di tempat yang baru?

1. Hendaklah kita mentaati FirmanNya.
“dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah…” (ay 13). Maksudnya bukan sekedar mendengar tetapi dengan sungguh-sungguh agar apa yang kita dengar akan benar-benar dimengerti dan dilakukan seperti yang diperintahkan. Pernyataan Tuhan kepada Yosua yang memimpin Israel masuk ke tanah perjanjian, “perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Yos 1:8) selama Yosua “bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya (Kitab Taurat)” (Yos 1:8). Perlu disadari bahwa sejauh mana keberhasilanmu, keberuntunganmu atau berkatmu tergantung sejauh mana kita mentaati FirmanNya atau menjalankan kehendakNya.

2. Hendaklah kita mengasihi Tuhan.
“sehingga kamu mengasihi Tuhan, Allahmu dan beribadah kepadaNya” (ay 13). Bukti kasih dinyatakan dengan “menuruti perintah-perintahNya” (1 Yoh 5:3) dan beribadah kepadaNya dengan penyerahan diri secara total seperti yang dinyatakan Rasul Paulus, “mempersembahkan tubuhmu….itu adalah ibadahmu yang sejati” (Rom 12:1). Serahkan hidupmu sepenuhnya kepada Tuhan dan lakukan kehendakNya dengan segala ketaatan maka janjiNya akan digenapi. Rasul Paulus menyatakan “bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia” (Rom 8:28). Perhatikan pernyataan kebaikan, yang lebih baik yang akan terjadi!

3. Hendaklah kita menikmati berkatNya.
“sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang” (ay 15). Menjadi kenyang adalah kepuasan dan biasanya kepuasan ditandai dengan ucapan syukur. Perlu diketahui ucapan syukur memiliki kuasa untuk menambah berkat seperti puji-pujian memiliki kuasa merobohkan tembok Yerihko. Orang yang tidak pernah puas dan tidak pernah bersyukur digambarkan oleh Pengkhotbah, “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya” (Pengk 5:9). Mintalah kepada Tuhan agar Tuhan memberikan karunia dan kuasa “untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya” (Pengk 5:18).

KehendakNya ”supaya lanjut umurmu di tanah yang dijanjikan Tuhan” (ay 9), supaya senantiasa kita menikmati berkatNya seumur hidup kita. Hidup baru di dalam janjiNya!

 

 

 

 

 

Polls

Website baru ini...
 

Language Selection