|
Rasul Yakobus menulis surat kepada “kedua belas suku di perantauan” (1:1). Di dalam perikop ini Rasul Yakobus menekankan “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna… dan ia bertekun didalamnya…tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya” (ay 25). (Kabar baik: Orang itu akan diberkati Allah dalam setiap hal yang dilakukannya). Yang dinyatakannya adalah bahwa setiap orang yang meneliti dan bertekun dalam Firman dan menjadi pelaku Firman maka ia akan berbahagia, ia akan diberkati, “perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Yos 1:8). Rasul Yakobus mendorong jemaat Tuhan untuk memperhatikan kehidupannya dalam 3 hal supaya kita akan menjadi pelaku Firman Tuhan dan menikmati berkatNya yaitu: 1. Perhatikan pendengaranmu Ay 19 “…ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah”. Tuhan menghendaki supaya kita mampu untuk menjadi pendengar yang baik. Kenyataan yang terjadi, banyak orang yang lambat untuk mendengar tetapi cepat berkata-kata dan cepat marah. Ini yang perlu segera diubah, kita harus cepat mendengar dan lambat untuk berkata-kata. Sadari sebenarnya mendengarkan orang lain akan menambah wawasan dan pengetahuan. Rasul Paulus menyatakan “iman timbul dari pendengaran” (Rom 10:17). Kemampuan mendengar akan menambah iman dan menjadikan kita lebih mengerti Firman. Mendengar juga berarti kita memberi perhatian, peduli dan dapat ber-empati kepada orang lain. Mudah marah akan menjadi penghalang bagi kita dalam persahabatan. 2. Perhatikan hatimu Ay 21 “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu”. Jadikan hati kita murni selalu, buanglah yang jahat dan yang kotor supaya dengan hati yang lemah lembut firman Tuhan dapat tertanam di hati kita. Firman itu berkuasa menyelamatkan jiwa tetapi kuasa itu akan dapat nyata setelah Firman itu tertanam di hati kita! Jika tidak tertanam maka kuasa itu tidak akan nyata seperti tanaman yang tidak berbuah. Tuhan Yesus memberi perumpamaan tentang seorang penabur yang menaburkan benih, ada yang jatuh dipinggir jalan, ditanah yang berbatu-batu, di tengah semak duri dan di tanah yang baik. Yang dinyatakan berbuah adalah yang jatuh di tanah yang baik, “Tanah yang baik ialah orang yang mendengar Firman itu dan mengerti”. (baca Mat 13:1-23). Oleh karena itu jagalah hati kita supaya dapat terus menerima benih firman itu dan berbuah berlipat ganda. 3. Perhatikan perbuatanmu Ay 22 “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri”. Yakobus menegaskan supaya kita melakukan firman Tuhan. Banyak orang yang mendengar tetapi tidak mengerti sehingga perbuatannya tidak sesuai dengan Firman. Orang dunia mengatakan munafik! Orang Farisi dan ahli Taurat sangat tekun dalam meneliti hukum Taurat dan hidup sesuai dengan apa yang tertulis di dalamnya. Apakah mereka dapat dinyatakan sebagai pelaku Firman? Yang jelas Tuhan Yesus mencela mereka dan berkata “mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya” (Mat 23:3). Mereka beribadah dengan sia-sia karena hanya berbicara, “tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri” (ay 26) dan “yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang” (Mat 23:5). Rasul Yakobus menggambarkan pelaku Firman adalah orang yang beribadah dengan murni yaitu yang perbuatannya merupakan hasil dari hati yang telah diperbaharui oleh Firman yang tertanam di dalamnya sehingga mengandung kasih, peduli dan belas kasihan. (baca ay 27).. |