Skip to content
 
Kristus sebagai Juruselamat

Kristus sebagai Juruselamat. Firman: 1 Yohanes 2:1-6

Rasul Yohanes menyatakan bahwa “kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita” (ay 1b & 2a). Apa arti kedua jabatan tersebut? Kristus sebagai pengantara dan Kristus sebagai pendamai. Secara singkatnya, pengantara secara harfiah dapat berarti orang yang mendampingi. Seorang yang menghadap pengadilan, didampingi oleh perantara atau juga dikenalnya sebagai pengacara untuk mendampingi dan membela perkaranya. Sebagai pendamai dapat berarti memulihkan hubungan atau meredakan kemarahan seseorang.

Rasul Yohanes menekankan kedua jabatan itu agar kita menyadari bahwa Kristus adalah Juruselamat yang akan menyelamatkan kita dengan menjadi pengantara dan pendamai. Ada 3 pokok yang perlu diperhatikan di dalam perikop ini:

1. Minta pengampunanNya.
“Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa…….”(ay 1) Jika kita jatuh dan berbuat dosa maka ada perantara dan pendamai di mana Firman menyatakan “darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” (1 Yoh 1: 7). Dan yang harus kita lakukan yaitu “mengaku dosa kita… sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yoh 1:9). Pernyataan Tuhan melalui Nabi Yesaya, “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba”(Yes 1: 18)

2. Mentaati segala perintahNya
“Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintahNya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintahNya ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran”. (ay 3&4).  Jika kita mengenal Tuhan maka kita harus mentaati atau menuruti perintahNya dari sebab itu betapa pentingnya bagi kita untuk mempelajari Firman dengan sebaik-baiknya sehingga kita mengetahui dengan jelas segala perintahNya. Jika kita tidak menuruti dinyatakan sebagai pendusta yang di dalamnya tidak ada kebenaran. Betapa menyedihkan orang yang tidak tahu apa yang sebenarnya harus dilakukan sehingga mereka dijuluki munafik seperti orang Farisi dan ahli Taurat. Tuhan Yesus menyatakan:  “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripadaKu. Percuma mereka beribadah kepadaKu sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia”.  (Mar 7:6-7)

3. Menjadikan diri seperti Kristus
 ”Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (ay 6). Di dalam alkitab ada dua istilah yaitu murid (discipleship) dan anak (sonship). Tuhan memberikan Amanat Agung, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu…” (Mat 28: 19). Awalnya jadikan murid tetapi sebenarnya kehendakNya agar kita menjadi anak, “Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita, yang berseru ya Abba, ya Bapa!. Jadi kamu bukan lagi hamba melainkan anak.ahli-ahli waris, oleh Allah (Gal 4: 6&7). Murid dan anak itu berbeda. Terhadap murid, guru hanya membagikan pengetahuan dan pengalaman dan murid berusaha menjadi atau meniru seperti gurunya (seperti Kristus). Terhadap anak, Bapa tidak hanya membagi pengetahuan dan pengalaman tetapi juga memberikan hatinya dan anak sudah menjadi seperti Bapa (Kristus) karena “benih Ilahi” (1 Yoh 3:9) telah ada di dalamnya. Maka dari sebab itu anak akan memiliki hati seperti Bapa yaitu kasih, peduli dan berbelas kasihan dan ia akan masuk ke dalam kerajaanNya (baca Mat 25:31-46).

 

Polls

Website baru ini...
 

Language Selection