|
Surat Rasul Yakobus kepada jemaat Tuhan yang ada di perantauan dan ia mengingatkan: “kalau ada…yang menderita…baiklah ia berdoa!” (ay 13), “kalau ada yang sakit…mendoakan dia…” (ay 14), ‘jika ia telah berbuat dosa maka dosanya itu akan diampuni” (ay 15). “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan supaya kamu sembuh” (ay 16). Sembuh dalam arti dipulihkan dari segala penderitaan dan penyakit. Ayat masi: “Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasaNya” (ay 16b). Terjemahan lain “Doa orang yang menuruti kemauan Allah mempunyai kuasa yang besar” dan “Doa yang sungguh-sungguh dari orang benar memiliki kuasa yang besar dan membawa hasil yang menakjubkan”. Ada 3 pokok yang perlu diperhatikan yaitu: 1. Pendoa harus hidup benar. “orang yang benar” (:16b). Orang yang benar adalah orang yang hidup dalam kebenaran, yang tidak hidup dalam dosa tetapi hidup dalam ketaatan akan kehendak FirmanNya. Tuhan menyatakan kepada Nabi Yehezkiel, “hidup menurut ketetapanKu dan tetap mengikuti peraturanKu dengan berlaku setia – ialah orang benr, dan ia pasti hidup” (Yehz 18:9). Ada 3 tanda orang benar yaitu pikirannya selalu benar, tidak merencanakan yang jahat terhadap sesama; perkataannya selalu benar, dengan segala hikmat dari Tuhan yang membangkitkan semangat; dan perbuatannya selalu benar yang sesuai denga kehendakNya dan nama Tuhan dimuliakan. Tuhan juga menyatakan melalui Nabi Yesaya bahwa dosa merupakan penghalang doa, “Sesungguhnya ….pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar….. yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu” (Yes 59:1-2). 2. Pendoa harus beriman. “dengan yakin didoakan” (ay 16b). Dibutuhkan keyakinan atau iman. Rasul Paulus menyatakan “iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus” (Rom 10:17). Dari sebab itu betapa pentingnya bagi pendoa untuk mendengarkan atau membaca Firman Tuhan agar mengetahui segala janji dan perbuatanNya yang besar. Doa Raja Salomo setelah selesai mentahbiskan Bait Allah, ia memohon kepada Tuhan “Maka sekarang ya Tuhan Allah Israel peliharalah apa yang Kau janjikan kepada hambamu Daud, ayahku” (1 Raja 8:25). Tuhan adalah Tuhan yang akan menepati janjiNya. Melalui FirmanNya kita mengetahui akan janjiNya seperti pernyataan Tuhan Yesus “Mintalah maka akan diberikan kepadamu, carilah maka kamu akan mendapat, ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu” (Luk 11:9). Lakukan dengan iman maka akan terjadi sesuai dengan imanmu. 3. Pendoa harus bertekun. “Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa” (ay 17). Apa yang terjadi pada Elia akan dapat pula terjadi pada kita selama kita berdoa bersungguh-sungguh dalam ketekunan. Apa arti ketekunan? Ketekunan adalah maju terus ke satu tujuan walaupun banyak halangan atau berpegang pada komitmennya sampai terpenuhi meskipun tidak mudah atau tidak berputus asa. Tuhan Yesus juga mengajarkan tentang doa dalam perumpamaan hakim yang tidak benar (baca Luk 18:1-8) dikatakan tujuan perumpamaan “untuk menegaskan bahwa mereka harus berdoa dengan tidak jemu-jemunya”. Dinyatakan ada seorang hakim yang tidak takut Tuhan dan tidak menghormati siapapun dan ia berhadapan dengan seorang janda yang “selalu datang kepada hakim itu meminta agar perkaranya dibela”. Berulang kali ditolaknya tetapi janda ini terus menerus datang dan skhirnya hakim itu berkata “baiklah aku membenarkan dia supaya jangan terus menerus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku”. Kenyataannya janda yang bersungguh dalam ketekunan berhasil mendapatkan yang ia kehendaki. |