Skip to content
 
Lahir baru menjadi anak-anak Allah

Lahir baru menjadi anak-anak Allah. Firman: Yohanes 3:1-8

Kisah pembicaraan antara Tuhan Yesus dengan seorang Farisi, pemimpin agama Yahudi yang bernama Nikodemus. Nikodemus kagum akan apa yang telah terjadi dan menyatakan “….Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah ….sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya” (ay 2).

Tuhan Yesus kemudian berkata kepada Nikodemus tentang Kerajaan Allah dan dinyatakan “sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (ay 3) dan dilanjutkan “sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (ay 5). Ada perbedaan antara “melihat” dan “masuk ke dalam Kerajaan Allah”. Lahir baru dengan pemberian hati yang baru memampukan kita untuk melihat tetapi untuk masuk kedalam Kerajaan Allah dibutuhkan “dilahirkan dari air dan Roh”. (ay 5).

Apa arti “air dan Roh”? Berbagai pendapat dilontarkan diantaranya air sebagai Firman (baca 1 Pet 1:23) dan “air sebagai tanda pertobatan” (Mat 3:11). Dilahirkan dari air dan Roh dapat digambarkan melalui proses pertobatan kita kemudian bersatu dalam FirmanNya dan Roh KudusNya. Pernyataan Firman, “..kamu tinggal di dalam Aku dan FirmanKu tinggal di dalam kamu” (Yoh 15:7) dan “Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita” (Gal 4:6)

Apa yang terjadi setelah kelahiran baru? Rasul Yohanes menyatakan di dalam suratnya yaitu sebagai berikut:

1. Menjadi akrab dengan Tuhan.
“Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah” (1 Yoh 5:1). Percaya mengandung arti memiliki keyakinan dengan kesungguhan hati bahwa Dialah Tuhan dan Bapa, di mana kita akan menyerahkan hidup ini dengan sepenuhnya. Kemampuan kita menyatakan Dia adalah Bapa disebabkan karena “Roh AnakNya ke dalam hati kita yang berseru ya Abba ya Bapa! (Gal 4:6). Istilah anak dan Bapa menyatakan keakraban. KerinduanNya “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” (Yoh 15:4). Rasul Yohanes menyatakan pula akan “mengasihi Allah” dan “menuruti perintah-perintahNya” (1 Yoh 5:2&3). Untuk menjadi akrab dengan Tuhan kita perlu untuk percaya dan mengasihi Dia. Bukti kasih dinyatakan dengan ketaatan.

2. Menjadi benar dalam kekudusan.
“setiap orang yang berbuat kebenaran, lahir daripadaNya” (1 Yoh 2:29); “Setiap orang yang lahir dari Allah tidak berbuat dosa lagi….dan ia tidak dapat berbuat dosa…” (1 Yoh 3:9). Anak-anak Allah harus hidup benar tidak berbuat dosa bahkan tidak dapat berbuat dosa. Orang yang bertekun dalam dosa dinyatakan belum dibaptis dalam kematianNya dan belum lahir baru (baca Rom 6: 1-4). Tuhan Yesus menyatakan “ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Yoh 3:5). Tuhan menghendaki umatNya hidup dalam kekudusan yang berarti tidak hanya sekedar tidak berbuat dosa tetapi dipisahkan dari kenajisan, dikhususkan untuk Tuhan, “bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (2 Kor 6:14). Penulis Ibrani menyatakan “tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan” (Ib 12:14).

3. Menjadi pemenang atas dunia.
“sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia” (1 Yoh 5:4). Bukan kita yang dikalahkan dan terpengaruh oleh dunia tetapi kita mengalahkan dunia dan mempengaruhi dunia. Kita dipanggil oleh Tuhan dan dinyatakan sebagai terang dan garam dunia. (baca Mat 5: 13& 14). “Perintah-perintahNya itu tidak berat” (1 Yoh 5:4) karena kita lahir dari Allah dan mengandung benih Ilahi di dalam kita. Tuhan Yesus menyatakan “sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh 15:5). Kita harus menang, kita adalah umat pemenang, iblis telah dikalahkan dengan kuasa darahNya. “Syukur kepada Allah yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita” (1 Kor 15:57). Kita telah diberi “pedang Roh yaitu Firman Allah” (Ef 6:17) untuk digunakan seperti Kristus menggunakannya sewaktu dicobai oleh iblis!

 

 

Polls

Website baru ini...
 

Language Selection