Skip to content
 
Mencari kehendakNya lewat FirmanNya

Mencari kehendakNya lewat FirmanNya. Firman: Yakobus 1: 19-25

Surat rasul Yakobus ditujukan kepada kedua belas suku di perantauan. Surat ini dikirimkan kepada bangsa Israel, jemaat Tuhan, dengan tujuan untuk mendewasakan umat Tuhan  “supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun” (1:4b).

Mengapa kita harus mencari kehendak Tuhan? Penulis Ibrani menyatakan “sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu” (Ib 10:36). Janji Tuhan akan digenapi setelah kita melakukan kehendakNya dari sebab itu carilah kehendakNya dan salah satu cara adalah melalui FirmanNya. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan yaitu:

1. Memperhatikan cara mendengar.
“Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah” (ay 19).  Manusia diberi Tuhan dengan 2 telinga dan 1 mulut mengingatkan agar kita cepat mendengar dan lambat berkata-kata agar apa yang didengar akan benar-benar dimengerti. Rasul Yakobus menyatakan pula agar lambat untuk marah karena kemarahan akan menghambat pendengaran dan pengertian kita. Penulis Amsal berkata “Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan” (Ams 14:29). Firman harus diterima dengan benar. Tuhan Yesus berkata “perhatikanlah cara kamu mendengar” (Luk 8:18) dan yang menyedihkan kenyataan hidup “sekalipun mendengar mereka tidak mendengar dan tidak mengerti” (Mat 13:13). Marilah kita meningkatkan diri untuk mendengar hingga mengerti dengan cara yang benar. Rasul Paulus mengingatkan bahwa “iman timbul dari pendengaran” (Rom 10:17).

2. Mempersiapkan hati untuk menerima.
“ Sebab itu buanglah segala yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu”(ay 12). Buang segala sakit hati, pahit hati, iri hati dan yang tidak baik agar hati yang digambarkan sebagai kebun tetap terpelihara tanpa adanya rumput liar yang menghambat pertumbuhan benih. Tuhan Yesus juga memberikan perumpamaan seorang penabur yang menabur ditepi jalan, di tanah yang berbatu-batu, di semak duri dan di tanah yang baik. KehendakNya agar kita memiliki hati yang baik bagaikan tanah yang baik yang berbuah ada yang 100x, 60x dan 30x (baca Mat 13:1-23). Rasul Yakobus menyatakan satu sikap penting yaitu “lemah lembut” ialah lawan dari amarah.

3. Meneliti dan bertekun melakukan.
“Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya”.(ay 25). Ayat sebelumnya Rasul Yakobus menggambarkan Firman sebagai disebut “cermin” yang berguna untuk melihat muka atau meneliti diri sendiri. Gunakan Firman yang sempurna untuk introspeksi diri dan bertekunlah di dalam Firman agar terjadilah perubahan hidup. Segala yang tidak baik bukan diabaikan tetapi diadakan perubahan untuk menjadi lebih baik. Rasul Paulus menegaskan “berubahlah oleh pembaharuan budimu sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah” (Rom 12:2) karena bagi orang yang “sungguh-sungguh melakukannya ia akan berbahagia oleh perbuatannya” (ay 25). Kabar Baik “Orang itu akan diberkati Allah dalam setiap hal yang dilakukannya”. Amin!

 

 

Polls

Website baru ini...
 

Language Selection