You need to upgrade your Flash Player This is replaced by the Flash content. Place your alternate content here and users without the Flash plugin or with Javascript turned off will see this. Content here allows you to leave out noscript tags. Include a link to bypass the detection if you wish.
Agape News

Membangun kehidupan pribadi

Firman: Yeremia 18:1-12

Yeremia di dalam menghadapi bangsa yang tegar tengkuk dan yang hidupnya tidak taat kepada Tuhan, di mana raja Yoyakim yang memerintah di jaman itu dinyatakan pula, “jahat di mata Tuhan” (2 Raja 23:37) dipanggil Tuhan untuk pergi kerumah tukang periuk. KataNya, “Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataanKu kepadamu” (ay 2). Apa yang Nabi Yeremia lihat dan dengar di rumah tukang periuk?

1. Dibentuklah bejana sesuai kehendakNya.
“Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tanganKu, hai kaum Israel” (ay 6). Kebenaran yang nyata bahwa kita yang sebagai tanah liat berada di tangan Tuhan yang menjadikan dan akan membentuk kita sesuai kehendakNya. Di dalam proses pembentukan Nabi Yeremia melihat kadang-kadang tukang periuk harus merombak secara total karena bejana yang dibuatnya kurang sempurna atau tidak sempurna, dikatakan “rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pandangannya” (ay 4). Rusak yang lebih cenderung disebabkan karena kualitas tanah liat daripada tukang periuk yang dapat dinyatakan ahli dan sempurna. Dikerjakanlah kembali tetapi tetap menurut pandangan yang membuatnya! Yang dapat dipelajari bahwa tidak mudah untuk membentuk karakter manusia, dibutuhkan kesabaran, ketrampilan dan kemauan yang kuat dan perlu disadari pembentukan tetap harus dilakukan dan harus sesuai kehendakNya. Firman tidak berkata bahwa tanah liat yang gagal dibentuk akan dibuang atau dilemparkan!

2. Dirancanglah kehidupan tergantung sikap pribadi.
“..bertobat dari kejahatan maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka” (ay 8); “..maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak mendatangkan keberuntungan yang Kujanjikan itu kepada mereka” (ay 10). Menyesallah (KH: membatalkan niatKu) berarti mengandung ketergantungan akan sikap orang yang menerima malapetaka atau berkat itu. Mengenali sifat Tuhan kita mengetahui bahwa Tuhan adalah Tuhan yang rindu memberkati kita, dinyatakan “rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yer 29:11) tetapi rancangan yang indah itu perlu ditanggapi dan diterima dalam kebenaran. Dibutuhkan kesensitifan kita kepada Tuhan! Rasul Paulus, “berubahlah oleh pembarahuan budimu sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah” (Rom 12;2). Segera kita menyimpang dari kehendakNya segera pulalah kita bertobat agar hukuman tidak menjadi realitas sebagai hukuman tetapi berkat karena Ia membatalkan niatNya.

3. Dipanggillah untuk memperbaharui kehidupan.
“bertobat dari tingkah langkahmu yang jahat dan perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu” (ay 11). Amat disayangkan sewaktu Tuhan menyatakan kepada Israel mereka meresponi, “Tidak ada gunanya! Sebab kami hendak berkelakukan mengikuti rencana kami sendiri….” (ay 12). Nabi Yeremia tidak menginginkan mereka di timpa hukuman (baca ay 20) tetapi akhirnya menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan sehingga malapetaka terjadi atas Israel (baca ay 21-23). Apakah pilihan kita? Bertobat dan memperbaiki atau tetap hidup sesuai dengan rencana diri masing-masing? Bagi yang mau bertobat dan memperbaiki kehidupan, Rasul Paulus berkata “mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui” (Kol 3:10). Kita telah diberi oleh Tuhan “hati yang lain dan roh yang baru” (Yehz 11:19) maka seharusnya seperti yang Tuhan Yesus nyatakan agar kita tampil beda, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Mat 5:20).


Retreat 2009 Clip

Last year's retreat was so great, we really had a good time. Everytime I watch this it still makes me smile..


 

 

Twitter
Twitter
Flickr

My latest photos on flickr

Jemaat Kristen Indonesia AGAPE (map) | 17 Valentine Street | HAYMARKET | NSW 2000 | AUSTRALIA | Contact. 0414 745 948

Copyright © 1998 - 2009 JKI Agape - Gereja di Sydney AUSTRALIA