Which language do you want to use?
Indonesian English

News

The latest message and news around church

Orang percaya dan kasih Kristus

Firman: 1 Korintus 13: 1-13

Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus di mana dinyatakan “Demikianlah tinggal ketiga hal ini yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih” (ay 13). Pernyataan “yang paling besar” (Engl: the greatest) memiliki arti ketiganya penting tetapi jika kasih yang paling besar biarlah kasih menguasai yang lain! Adapun kasih yang dinyatakan di dalam perikop ini adalah kasih “Agape”, bukan Phileo, Eros atau Storge. Apa yang perlu kita perhatikan dalam perikop ini?

1. Miliki kasih Kristus, Agape
“Jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna” (ay 2). Rasul Paulus berkata 3 kali, “Jika aku tidak mempunyai kasih” (ay 1-3) maka kehidupannya dinyatakan sia-sia atau tidak berguna, walaupun ia memiliki karunia “bernubuat”, “seluruh pengetahuan” bahkan “iman yang sempurna” (ay 2). Bagaimanakah agar kita memperoleh kasih Kristus? Rasul Yohanes menyatakan “kasih itu berasal dari Allah dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah” (1 Yoh 4:7). Tidak setiap orang memiliki Agape, dikatakan hanya yang “lahir dari Allah dan mengenal Allah” – dalam arti kata yang telah lahir baru seperti yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus “Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Yoh 3:5). Lahir baru harus diikuti kasih!

2. Hiduplah dalam kasihNya
“Kasih itu sabar ... murah hati ... tidak sombong ... tidak mencari keuntungan diri sendiri ... tidak menyimpan kesalahan orang lain ...” (ay 4-7). Di dalam ayat-ayat ini Rasul Paulus lebih menekankan cara bekerja kasih dalam kehidupan dan ini yang perlu diterapkan dalam kehidupan orang-orang yang memiliki kasih, di antaranya sbb: a) mampu menjalin keakraban; b) mengutamakan orang lain dan c) mampu mengampuni. Rasul Yohanes berkata “Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan ... tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran” (1 Yoh 3:18). Apakah yang akan kita lakukan jika kita “melihat saudaranya menderita kekurangan” (1 Yoh 3:17) ataukah bolehkah kita “membenci saudaranya” (1 Yoh 4:20). Rasul Yohanes berkata “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut” (1 Yoh 3:14).

3. Jadikan bagian kehidupan
“Kasih tidak berkesudahan” (ay 8). Tidak akan berhenti atau selalu ada! Selama Kristus ada di dalam kehidupan maka kasihNya akan menjadi bagian kehidupan orang percaya, dikatakan hingga “yang sempurna tiba” (ay 10) atau kedatangan Tuhan!. Dan ini perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan, Rasul Yohanes mendapat pernyataan dari Tuhan tentang jemaat di Efesus, “Aku mencela .. engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula .. betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah ...” (Wah 2:4-5). Penurunan harus ditiadakan! Ingatkah awal daripada kasih kita terhadap Tuhan, pasangan hidup kita, anak-anak kita, orangtua kita bahkan saudara-saudara kita? Tuhan berkata “Lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan” (Wah 2:5)

Agape on Video

Visual presentation of latest event
JKI Agape Church Sydney

Agape on twitter

Announcements from church