News

The latest message and news around church

Sad News...

  

The Church building has been sold

Please support us in prayer as we need to find a new place for our congregation to worship Our Lord Jesus Christ

KasihNya nyata di jemaatNya

Firman: 1 Yohanes 4: 7-21

Rasul Yohanes menyatakan “Allah yang telah mengasihi kita” (ay 10). Pernyataan Tuhan lewat Nabi Yesaya “Oleh karena engkau berharga di mataKu dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau” (Yes 43:4). Tuhan berulang-ulang kali menyatakan bahwa Dia mengasihi kita dan dibuktikan dengan kedatanganNya di bumi dan kematianNya di kayu salib, “Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita yaitu bahwa Allah telah mengutus Anaknya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup olehNya” (ay 9). “Allah adalah kasih”; “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah” (ay 8). Apa tuntutan Tuhan agar kita perbuat di dalam jemaatNya?

1. Miliki kasih dari Tuhan
“Sebab kasih itu berasal dari Allah .... lahir dari Allah dan mengenal Allah” (ay 7). Kehendak Tuhan agar kita memiliki kasih yang “berasal dari Allah”. Manusia memiliki kasih manusiawi dan kenyataan hidup semua manusia di dunia mampu mengasihi dalam batas-batas tertentu, misalnya kasih Phileo, Eros dan Storge (conditional love). Kasih dari Tuhan adalah kasih tidak bersyarat (unconditional love) dan hanya dapat diperoleh jika kita “lahir dari Allah dan mengenal Allah”, dibutuhkan Firman Tuhan dan kuasa Roh Kudus! Inilah perbedaan orang dunia dan orang percaya. Dinyatakan oleh Rasul Paulus, “Kasih itu sabar .. murah hati ... tidak cemburu (envy – iri hati) ...tidak memegahkan diri dan tidak sombong ... tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri ... tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain ... tidak bersukacita karena ketidak adilan .. menutupi segala sesuatu ... kasih itu tidak berkesudahan ...” (1 Kor 13: 4-8).

2. Marilah kita saling mengasihi
“maka haruslah kita saling mengasihi” (ay 11). Kegagalan mengasihi disebabkan oleh karena “ .... ia tidak mengenal Allah” (ay 8), belum memiliki kasih yang “berasal dari Allah” (ay 7), masih kasih manusiawi. “Saling mengasihi” dinyatakan oleh Tuhan Yesus, “Aku memberikan perintah baru .., supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh 13:34). Jika diperintahkan “perintah baru” berarti ada yang “lama”, apa bedanya? Yang lama “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Im 19:18) sedangkan yang baru “seperti Aku telah mengasihi kamu” – kasih manusiawi dan kasih dari Tuhan! Rasul Yohanes menekankan “Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita dan kasihNya sempurna di dalam kita” (ay 12). Sempurna, “kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman” (ay 17) – berani melakukan karena yakin jerih payah kita tidak sia-sia!

3. Menyatakan perbuatan kasih
“barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya” (ay 20). Perkataan “dilihatnya” berarti juga perbuatan kasih harus juga dapat dilihat oleh orang lain. Permintaan Tuhan Yesus, “Hendaklah terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Mat 5:16). Apakah perbuatan-perbuatan baik yang dimaksud, yang dapat memuliakan Tuhan? Di antaranya: a) mampu mengampuni, tidak membenci (baca ay 20a);  b) berani berkorban di dalam segala hal, “wajib menyerahkan nyawa kita” (1Yoh 3:16) dan  c) memiliki kemurahan hati (baca 1Yoh 3:17). Pesan Rasul Paulus, “selama masih ada kesempatan bagi kita marilah kita berbuat baik kepada semua oang tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman” (Gal 6:10).

Agape on Video

Visual presentation of latest event
JKI Agape Church Sydney

Agape on twitter

Announcements from church

Agape on flickr

Our photo gallery of events and activities