Agape News

The latest message and news around church

Pemuridan atau mentoring

Firman: 2 Timotius 1- 4

Sebuah Mitologi Yunani kuno berkata ketika Odysseus harus pergi berperang dan ia menyadari akan meninggalkan satu-satunya ahli waris kerajaan yaitu putranya sendiri, ia mengangkat seorang pemimpin yang handal seperti dirinya sendiri bernama “Mentor” sebagai pembimbing, penasehat dan pelatih bagi putranya sebagai penerusnya. John Maxwell berkata “Keberhasilan tanpa adanya penerus sama saja dengan kegagalan”

Kisah pemuridan Timotius, dimana Rasul Paulus menyatakan dirinya sebagai Bapa rohani dan memuridkan atau menentoring Timotius sebagai anak rohaninya, dikatakan “Timotius, anakku yang sah di dalam iman” (1 Tim 1:2) agar misi yang Tuhan berikan  berkelanjutan, “Apa yang telah kamu dengar dari padaku... percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai..” (2:2). Bagaimana Rasul Paulus memuridkan Timotius?

1. Memperhatikan kemampuan atau kualitas.
“Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas .... Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah .... Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan ... Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita” (2 Tim 1: 5-8). Kelebihan Timotius adalah memiliki iman yang tulus, hasil didikan dari nenek dan ibunya. Iman ini perlu ditingkatkan dengan perbuatan. Rasul Yakobus berkata “Jika iman itu tidak disertai perbuatan ... pada hakekatnya adalah mati” (Yak 2:17) dan berkata “oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna” (Yak 2:22). Dari sebab itu Rasul Paulus memperingati “untuk mengobarkan karunia Allah” – tingkatkan kemampuan pribadi sesuai dengan karunia yang telah kita terima. Bukankah Timotius telah menerima “penumpangan tanganku atasmu” (1:6) bahkan telah pula “dinubuatkan” (1 Tim 1:18). Kenyataan hidup semua orang, “tiap-tiap orang” (1 Kor 12:7) telah diberi karunia Allah. Gunakan dan jangan dihambat karena takut, kurang percaya dan bimbang!  Tuhan Yesus berkata “telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara besar” (Mat 25:23).

2. Memberi pandangan dan nasihat.
“Jika seorang menyucikan dirinya .... dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan mulia. Sebab itu jauhilah nafsu anak muda” (2 Tim 2:20-22). Kelemahan Timotius adalah usia karena itu ia diberi nasihat sesuai dengan kebutuhan. Rasul Paulus berkata “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan ... dalam perkataan .. tingkah lakumu .. kasihmu... kesetiaanmu .. kesucianmu” (1 Tim 4:12). Disadari anak muda memiliki nafsu anak muda dan ini harus dihindarkan! Dinyatakan pula, “seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan.....” (2: 24-25). Perhatikan juga kesucian merupakan hal yang mutlak sebagai pekerja gereja untuk melakukan “pekerjaan mulia”. Nasihat Rasul Paulus “bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai istrinya sendiri... Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap istrinya, demikian pula istri terhadap suaminya” (1 Kor 7:2-3).

3. Membuat strategy guna mencapai sasaran.
“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir ... masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang” (2 Tim 3:1). Ini adalah fakta kehidupan dan kita harus waspada. Tuhan Yesus sudah menyatakan, “kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati” (Mat 10:16). Cerdik tapi tidak tulus akan jadi penipu dan jika tidak cerdik tapi tulus maka akan tertipu. Tuhanlah yang benar dari sebab itu “Jauhilah mereka itu!” (3:5), “Hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran” (3:14) dan “kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukan pekerjaan pemberitaan Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu” (4:5). Hidup ini harus mempunyai visi dan target atau sasaran! Rasul Paulus menyatakan “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik .... dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran ... bukan hanya kepadaku melainkan juga kepada semua orang ....” (4:8).

Agape on Video

Visual presentation of latest event
Retreat 2014 Highlight

Agape on twitter

Announcements from church

Agape on flickr

Our photo gallery of events and activities