jkiagape.org

News

The latest message and news around church

Tanda kehidupan anak-anak Allah

Firman: 1 Yohanes 2:28 - 3:10

Rasul Yohanes mengungkatkan bahwa kenyataan di dunia ini ada dua kategori yaitu “anak-anak Allah” dan “anak-anak Iblis” (baca 3:10). Dan keduanya berbeda dikatakan anak-anak Allah, “benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah” (3:9) sedangkan anak-anak iblis (dunia), “tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah ... tidak mengasihi saudaranya” (3:10). Siapakah kita? Seharusnyalah seperti pernyataan rasul Yohanes, “Memang kita adalah anak-anak Allah” (3:1) dan inilah tanda-tanda yang seharusnya mengikuti kita.

1. Hidup melakukan kebenaran
“bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang yang berbuat kebenaran, lahir dari padaNya” (2:29). Tuhan Yesus berkata “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6) dan “FirmanMu adalah kebenaran” (Yoh 17:17), di dalam arti kata pengikut Kristus harus hidup sesuai dengan Firman Tuhan!. Amat menyedihkan banyak orang berkata sebagai pengikut Kristus tetapi tidak hidup sesuai FirmanNya dan akibatnya nama Tuhan tidak dipermuliakan. Apa yang Tuhan kehendaki agar namaNya dipermuliakan lewat kehidupan kita? Di antaranya dinyatakan sbb: a) “Dalam hal inilah BapaKu dipermuliakan yaitu jika kamu berbuah banyak” (Yoh 15:8) – harus akrab (baca Yoh 15:5) dan hidup sesuai FirmanNya (baca Maz 1:3) dan b) “Aku telah mempermuliakan Engkau .. dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk melakukannya” (Yoh 17:4) – harus mengakhiri hidup dengan baik sesuai kehendakNya (finishing well!)

2. Hidup meneladani Kristus
“kita akan menjadi sama seperti Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya” (ay 2). Rasul Paulus menyatakan “jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia” (Rom 8:17). Penderitaan manusiawi adalah penyaliban kedagingan! Tinggalkan segala kedaginganmu dan “wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yoh 2:6). Apa teladan Kristus yang perlu dipertimbangkan? a) mau merendahkan diri, “mengosongkan diriNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba” (Fil 2:7); b) mau melayani, “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani ... memberikan nyawaNya ..” (Mat 20:28); dan c) mau memiliki hati seperti Kristus yaitu mengasihi hingga mampu mengampuni dan mudah tergerak oleh belas kasihan. Rasul Paulus meneladani Kristus, “Sungguhpun aku bebas ... aku menjadikan diriku hamba .. supaya boleh memenangkan sebanyak mungkin orang” (1 Kor 9:19).

3. Hidup dalam kasih Tuhan
“mengasihi saudaranya” (ay 10). Orang percaya harus memiliki kasih, dinyatakan “kasih itu berasal dari Allah ... lahir dari Allah dan mengenal Allah” (1 Yoh 4:7). Karena kasih itulah maka kita mampu “membawa damai ... disebut “anak-anak Allah” (Mat 5:9), peace maker bukan troublemaker. Targetnya yaitu “disukai semua orang” (Kis 2:47). Jadi kemampuan mengasihi dapat dilihat dengan seberapa orang yang menyukai kita! Rasul Paulus berkata “hiduplah di dalam kasih ...” (Ef 5:2). Salah satu yang perlu dilakukan, “Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” (1 Yoh 3:17). Marilah kita meningkatkan kepeduliaan terhadap sesama dan bersama menanggulangi penderitaan duniawi! Bina persatuan dengan ikatan kasih, dan perhatikan doa Tuhan, “supaya mereka semua menjadi satu ... supaya dunia percaya” (Yoh 17:21).

Agape on Video

Visual presentation of latest event
JKI Agape Church Sydney

Agape on twitter

Announcements from church

Agape on flickr

Our photo gallery of events and activities