
noscript
tags. Include a link to bypass the detection if you wish.
Christmas Short movie - BITTERSWEET
from Flinklupe|Wenny on Vimeo.
Firman: Efesus 4:20-24
Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus di mana Rasul Tuhan menegaskan bahwa kita harus tampil beda, “jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah” (ay 17). Kita harus berbeda dengan dunia ini, “harus menanggalkan manusia lama” (ay 22) dan “mengenakan manusia baru” (ay 24). Adapun pernyataan Rasul Paulus tentang manusia lama disebutkan “pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah” (ay 17-18). Ini yang perlu diatasi! Apa yang perlu diperhatikan agar kita mampu mengenakan manusia baru dengan karakter baru?
1. Perubahan mengandalkan kuasaNya.
“Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia” (ay 21). Perhatikan kata “telah” yang berarti “sudah”, sudah belajar mengenal, sudah mendengar dan sudah menerima pengajaran. Di dalam arti kata jika jemaat tidak berubah, tidak tampil beda maka diketahuilah bahwa mereka bukan “telah” tetapi “belum”. Sadari kebutuhan mutlak orang percaya adalah Firman Tuhan karena Firman dinyatakan “bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2 Tim 3:16). Kenyataan hidup, makin dalam pengetahuan kita akan Firman makin sesuailah kehidupan kita seperti yang dikehendakiNya dan akibatnya makin diberkatilah kita. Amat disayangkan banyak di antara kita yang mengabaikan pengajaran Firman sedangkan Rasul Yakobus berkata “yang berkuasa menyelamatkan jiwamu” (Yak 1:21). Disamping pengajaran, Rasul Paulus juga mendoakan jemaat, “supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar” (Ef 1:17); “Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang…” (Ef 1:18). Dibutuhkan kuasa FirmanNya dan juga kuasa Roh Kudus untuk membuka mata rohani kita agar dapat memiliki pengertian yang benar.
2. Perubahan merupakan suatu proses.
“harus meninggalkan manusia lama … dan mengenakan manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah…” (ay 22 & 24). Ini adalah proses dan tidak dapat terjadi seketika! Rasul Paulus berkata “dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (Kol 3:10). Perkataan “terus menerus diperbaharui” adalah gambaran tidak terjadi seketika. Kata metamorphosa digunakan di dalam bahasa aslinya dengan pengertian ulat yang menjijikan mengalami perubahan melalui kepompong dan menjadi kupu-kupu yang indah dan berguna bagi penyerbukan bunga. Adapun target bagi orang percaya adalah “menurut gambar Khaliknya” dan ini adalah kehendak Tuhan, “didalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya” (ay 24) atau dinyatakan oleh Rasul Yohanes, “wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yoh 2:6). Untuk itu dibutuhkan keakraban, makin akrab makin serupa!
3. Perubahan membutuhkan orang lain.
“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni…” (ay 32). Perhatikanlah Rasul Paulus berbicara tentang hubungan sesama (lihat ay 25-32). Pendusta, pemarah, pencuri, orang yang berkata kotor untuk mengubah karakter. Perubahan tidak mungkin terjadi tanpa keberadaan orang lain. Mau mengasihi dibutuhkan orang yang menjengkelkan, mau bermurah hati dibutuhkan orang bermasalah sebagai latihan dan pelayanan. Kisah Yusuf yang mengalami banyak penderitaan dari orang lain bahkan dari saudara-saudaranya sendiri telah membawa dia dewasa dan berhasil dalam hidupnya. Ia menyatakan “Memang kamu telah mereka-reka yang jahat terhadap aku tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan…” (Kej 50:20). Karakter Yusuf yang perlu diteladani yaitu mengasihi dan mengampuni, tidak ada sakit hati atau kepahitan hati (baca ay 31) sehingga Ia hidup di dalam berkatNya, “keturunan yang ketiga ….. lahir dipangkuan Yusuf” (Kej 50:23).
