News

The latest message and news around church

Sad News...

  

The Church building has been sold

Please support us in prayer as we need to find a new place for our congregation to worship Our Lord Jesus Christ

Tanggung jawab atas kehidupan

Firman: Yehezkiel 18: 19-24

Nabi Yehezkiel mendapat pernyataan dari Tuhan bahwa tiap-tiap orang harus bertanggung jawab atas dirinya, dikatakan “Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati” (ay 4) tetapi “orang benar ... ia pasti hidup” (ay 9) bahkan dikatakan “Orang benar akan menerima berkat kebenarannya” (ay 20). Yang perlu kita dasari bahwa hidup ini adalah pilihan, “Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk” (Ul 11:26). Apa yang akan menjadi pilihan hidup kita? Perhatikan!

1. Tuhan menilai setiap pribadi
“Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya .....” (ay 20) (KH: Seorang anak tidak turut dihukum karena dosa ayahnya). Perhatikan perkataan “tidak akan turut menanggung”, “tidak turut dihukum”. Setiap pribadi bertanggung jawab atas dosanya! Masuk atau tidak masuk ke surga adalah tanggung jawab pribadi! Kisah seorang yang buta sejak lahir dan murid-muridNya bertanya “Siapakah yang berbuat dosa ... Jawab Yesus: Bukan dia dan bukan juga orangtuanya tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia” (Yoh 9: 2-3). Kebutaan atau penderitaan yang terjadi dalam kehidupan pada umumnya bukan karena “hukuman dosa” tetapi hendaklah kita mampu membedakan dengan “didikan Tuhan”,”kehendakNya” dan “akibat dosa”. Seorang ibu yang dalam keadaan sakit, mengandung dan melahirkan dapat mengakibatkan kecacatan anak. Bukan karena dosa yang menurun tetapi akibat dosa. Kisah talenta, sewaktu tuannya kembali tiap orang diminta pertanggungan jawab (baca Mat 25:21&26)

2. Tuhan menuntut pertobatan
“Tetapi jika orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya ... ia pasti hidup, ia tidak akan mati” (ay 21). Di dalam perikop ini ada “orang fasik” dan ada “orang benar”! Orang benar dinyatakan “hidup menurut ketetapanKu” (ay 9) dan orang fasik, tahu Firman tetapi tidak melakukan bahkan hidup diluar Firman, berbuat dosa. Orang fasik jika bertobat pasti hidup! Tuhan berkata “bertobatlah” dalam arti kata berhenti berbuat dosa, berpalinglah kepada Tuhan dan lakukan kehendakNya. Pilihan ada di dalam kita, mau tetap fasik atau berubah benar. Kita harus bertanggung jawab atas pilihan ini. Jika bertobat pasti hidup tetapi Yohanes pembaptis berkata “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan” (Mat 3:8) – akan ada yang dapat dilihat dan dinikmati oleh orang lain. Ini yang dimaksudkan oleh Rasul Paulus, “mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui” (Kol 3:10); “melakukan keadilan dan kebenaran” (ay 21)

3. Tuhan merindukan kebersamaan
“Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? ... Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?” (ay 23). Tuhan tidak menghendaki ciptaanNya berakhir di dalam kesengsaraan api neraka, “Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa ...” (2 Pet 3:9) dan doaNya, “Ya Bapa, Aku mau supaya di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku...” (Yoh 17:24). Tuhan merindukan kita semua termasuk minimal seluruh keluargamu diselamatkan, “engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (Kis 16:31). Bagaimana hal ini terjadi? Di dalam kisah kepala penjara, ia mengijinkan berita Firman disampaikan “kepada semua orang yang ada di rumahnya” (Kis 16: 32). Jangan menghalangi orang mendengarkan Firman bahkan jadikan dirimu sebagai penyalur berkat dengan menyampaikan Firman, “Pada masa tuapun masih berbuah ... untuk memberitakan, bahwa Tuhan itu benar...” (Maz 92:15-16). Buah pelayanan dengan menambah jumlah “lahir baru”!

Agape on Video

Visual presentation of latest event
2015 Good Friday and Easter Highlight

Agape on twitter

Announcements from church

Agape on flickr

Our photo gallery of events and activities