News

The latest message and news around church

Sad News...

  

The Church building has been sold

Please support us in prayer as we need to find a new place for our congregation to worship Our Lord Jesus Christ

Meneladani iman Abraham

Firman: Roma 4: 1-25

Rasul Paulus berkata “Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya” (ay 11); “Sebab Abraham adalah bapa kita semua” (ay 16). Iman Abraham perlu diteladani, dikatakan “Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidak percayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan itu” (ay 20-21). Apa yang perlu kita lakukan agar beriman seperti Abraham?

1. Abraham sensitif dengan FirmanNya
“... dikatakan nas Kitab Suci? Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan.....” (ay 3). Abram adalah orang kafir, penyembah berhala, “Terah, ayah Abraham ... mereka beribadah kepada allah lain. Tetapi Aku mengambil Abraham ... dan menyuruh dia menjelajahi seluruh Kanaan” (Yos 24:2-3). Abram mudah menerima Firman dan percaya! Perintah Tuhan di Haran, “Pergilah dari negerimu ... ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu” (Kej 12: 1). “Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya” (Kej 12:4). Abram segera pergi, “ia berangkat dari Haran” (Kej 12:5) tanpa mengetahui tujuannya tetapi hanya percaya dan taat akan Firman Tuhan. (Baca Ibr 11: 8). Sebelumnya “dari Ur-Kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan” (Kej 11:31). Asal Abram dari Ur-Kasdim – komentari berkata mereka orang yang sangat kaya, sudah mapan, diperintah Tuhan untuk pergi dan dilakukan, dan Tuhan berkenan, “diperhitungkan menjadi kebenaran ... dibenarkan Allah...” (ay 5-6).

2. Abraham bertumbuh dalam iman
“... sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namum Abraham berharap juga dan percaya” (ay 18). Berharap dan percaya itu adalah iman! (Baca Ib 11:1). Apakah iman Abraham terjadi melalui proses pertumbuhan? Salah satu janji Tuhan adalah keturunan. Apakah Abraham benar-benar beriman? Buktinya, ia berkata “karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu ... seorang hambaku...” (Kej 15: 2-3). Tuhan berkata tidak, “melainkan anak kandungmu...” (baca Kej 15: 4,5,6). Kemudian dicatat pula Abraham berkata dalam hatinya sambil tertawa “Mungkinkah bagi seorang yang berumur 100 tahun ...Sara yang telah berumur 90 tahun itu melahirkan seorang anak?” (Kej 17:17). Menurut komentari penundaan terjadi hingga usia seperti itu karena Tuhan mau menyatakan kuasaNya, “dan yang menjadikan dengan FirmanNya apa yang tidak ada menjadi ada” (ay 17). Iman Abraham bertumbuh dan menjadi kuat, “malah ia diperkuat dalam imannya” (ay 20) dan puncak ujian “Karena iman maka Abraham tatkala dicobai ... rela mempersembahkan anaknya yang tunggal ...” (Ib 11:17)

3. Abraham mengimani janjiNya
“dengan penuh keyakinan bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah ia janjikan” (ay 21). (KB: Ia percaya sekali). Abraham benar-benar beriman dan janji Tuhan digenapi dengan kuasanya. Apa yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham? Tanah, keturunan, berkat dan nama, kataNya “ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyur; dan engkau akan menjadi berkat ... dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kej 12:1-3). Rasul Paulus berkata “tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya karena kita percaya” (ay 23-24) – berbahagialah orang yang percaya, diperhitungkan sebagai haknya; “Jadi mereka yang hidup dari iman .. diberkati bersama-sama dengan Abraham...” (Gal 3:9).

Agape on Video

Visual presentation of latest event
2015 Good Friday and Easter Highlight

Agape on twitter

Announcements from church

Agape on flickr

Our photo gallery of events and activities