Agape announcement
17 OCt 2021

AGAPE Online Service

Mazmur 112:1-10
Bahagia orang benar

Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya

‍Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.

‍Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap  untuk selamanya.

Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil.

‍Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.

‍Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya.

‍Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN. Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya.

‍Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin;  kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

‍Orang fasik melihatnya, lalu sakit hati, ia menggertakkan giginya, lalu hancur; keinginan orang fasik akan menuju kebinasaan.

Kebaktian Minggu Online 1 pm & 6 pm

10 October 2019

Agape Praise & Worship with Adon Saptowo

October 20, 2019

Merayakan Ulang tahun Gereja Agape yang ke 21

Agape 21st Anniversary

June 15, 2019

Message

Kumpulan Kotbah

Kumpulan kotbah dari Pdt. Stephen di kebaktian minggu..

Lihat semua...
Event

Kegiatan Agape

Jadwal tetap kegiatan yang diadakan di Gereja Agape

Lihat semua...
visit

Lokasi Tempat Ibadah

220 Pitt Street
NSW 200 Australia

Google Map...
Events

Kegiatan Komunitas Agape

about

Pastor Stephen Tanuwijaya

Pendeta Stephen Tanuwijaya, lahir pada tanggal 15 September 1951, menikah dengan lbu Susana (Sianny), dan dikaruniai 2 anak kembar perempuan, Stephanie (menikah dengan Terry) dan Stella (menikah dengan Jacky), dan 5 orang cucu yaitu: Jason, Zachary, Bradley, Ryan dan Elizabeth.

Stephen, setelah menamatkan SMA berkuliah di Fakultas Kedokteran di Jakarta dan kemudian pada tahun 1976 pindah ke Australia untuk melanjutkan studi.

Beliau bekerja selama 18 tahun di Patologi (swasta) dengan jabatan akhir sebagai Kepala Department dibidang Endocrinology, sebelum meresponi panggilanNya menjadi hamba Tuhan. Beberapa ilmu di bidang Teologia yang menjadi dasar pelayanannya adalah Dip. Biblical Studies, Cert. in Christian Counselling, MA in Missiology, Doctor in Ministry and Doctor in Christian Counselling.

Aktivitas

Kegiatan Gereja

Bergabunglah bersama kami dalam kegiatan yang kami lakukan

Aktivitas

Kebaktian Minggu Jam 1pm

Ruang kebaktian di
Wesley Theatre

AKTIvitas

Kebaktian Minggu Jam 6pm

Ruang kebaktian di
Wesley Church

AKTIvitas

Sekolah Minggu Jam 1.15pm

kegiatan dilakukan di
ruangan Green Room

AKTIvitas

Persekutuan Doa Rabu Jam 7.15pm

Kegiatan dilakukan di
Wesley Church

AKTIvitas

Kelompok Sel Grup

Kegiatan dilakukan setiap
Sabtu pertama & ketiga

AKTIvitas

Agape Youth Jumat Jam 7pm

Kegiatan dilakukan
ruangan di Wesley Church

MESSAGE

Kotbah Minggu

Pengharapan Orang Percaya

Pengharapan Orang Percaya

Firman: Lukas 16: 19-31

Kisah “Orang Kaya dan Lazarus yang miskin”. Orang kaya “selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan” (ay 19) sedangkan Lazarus, “badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah ..  menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu” (ay 20-21). Keduanya adalah orang Yahudi. Orang kaya memanggil Abraham, “Bapa” (ay 24) dan dijawab “Anak” (ay 25). Lazarus terlihat dari namanya.  Apa yang dinyatakan Tuhan Yesus sebagai pelajaran bagi kita?

1. Kehidupan di dunia tidak kekal

“Kemudian matilah orang miskin itu .. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur” (ay 22-23). Miskin dan kaya, keduanya pasti mati! Hidup di dunia ini memang dirancang oleh Tuhan hanya untuk sementara. Penulis Ibrani menyatakan “manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ib 9:27). Dari sebab itu ikuti nasihat Rasul Paulus, “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah” (Fil 1:22), menghasilkan sesuatu baik bagi sesama maupun juga bagi kemuliaan nama Tuhan karena akan ada penghakiman. Tuhan Yesus mengingatkan “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” (Mat 16:26) – kekayaannya tidak dapat menjamin keselamatan.

2. Tempat pilihan setelah kematian

“orang miskin itu lalu dibawa oleh malaikat2 ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu .. ia menderita sengsara di alam maut” (ay 22-23). Dinyatakan ada dua tempat yaitu “di pangkuan Abraham” dan di tempat “menderita sengsara di alam maut” atau surga dan neraka. Dan kedua tempat ini dinyatakan dipisahkan “terbentang jurang yang tak terseberangi” (ay 26), tetapi “ia (orang kaya) memandang ke atas dan dari jauh dilihatnya Abraham .. ia berseru .. Abraham berkata ..” (ay 23-25). Mengapa orang kaya ada di tempat “menderita sengsara”? a) ia tidak percaya, tidak diberi nama: “tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu” (Wah 20:15); b) meremehkan FirmanNya, “Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengar kesaksian itu” (ay 29) dan c) ia mengabaikan Lazarus ,”lapar .. haus .. asing .. telanjang .. sakit ..dalam penjara” (Mat 25: 35-36).

3. Janji Tuhan bagi yang percaya

“Kalau demikian, aku minta .. masih ada 5 orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka .. agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini” (ay 27-28). Penempatan orang kaya tidak dapat diubah dan ia meminta agar yang hidup diperingati dengan dibangkitkannya Lazarus. Jawab Abraham, “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga mau dijakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati” (ay 31). Tuhan Yesus menyatakan agar kita tidak masuk ke dalam penderitaan, kita harus  “mendengarkan” dan harus berkemauan, “Iman timbul dari pendengaran .. oleh Firman Kristus” (Rom 10:17), bukan lewat mujijat! (orang mati dibangkitkan). Diselamatkan oleh iman!

ABOUT US

Agape at Wesley

Welcome to AGAPE Website. Wesley Agape Indonesian Congregation is a  church committed to caring for and blessing the growing Indonesian community in Sydney. By God's grace and power, we are continuously seeking to build a church where people can love one another, grow in spiritual maturity and develop their God given gifts.

Agape is an unconditional love that does not demand anything in return and puts others first before oneself. It is a gold standard that Jesus Christ has shown for us to follow (John 3:16) and indeed it is a noble and worthy challenge to love with the love that Jesus has for mankind.