1 pm Gathering + Live Streaming

Recorded Online Streaming will be available at any time soon after

10 October 2019

Agape Praise & Worship with Adon Saptowo

October 20, 2019

Merayakan Ulang tahun Gereja Agape yang ke 21

Agape 21st Anniversary

June 15, 2019

Message

Kumpulan Kotbah

Kumpulan kotbah dari Pdt. Stephen di kebaktian minggu

Lihat semua...
Event

Kegiatan Agape

Jadwal tetap kegiatan yang diadakan di Gereja Agape

Lihat semua...
visit

Lokasi Tempat Ibadah

220 Pitt Street
NSW 200 Australia

Google Map...
15 november 2020

AGAPE Online Service

Mazmur 112:1-10
Bahagia orang benar

Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya

‍Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.

‍Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap  untuk selamanya.

Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil.

‍Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.

‍Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya.

‍Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN. Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya.

‍Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin;  kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

‍Orang fasik melihatnya, lalu sakit hati, ia menggertakkan giginya, lalu hancur; keinginan orang fasik akan menuju kebinasaan.
Events

Kegiatan Komunitas Agape

about

Pastor Stephen Tanuwijaya

Pendeta Stephen Tanuwijaya, lahir pada tanggal 15 September 1951, menikah dengan lbu Susana (Sianny), dan dikaruniai 2 anak kembar perempuan, Stephanie (menikah dengan Terry) dan Stella (menikah dengan Jacky), dan 5 orang cucu yaitu: Jason, Zachary, Bradley, Ryan dan Elizabeth.

Stephen, setelah menamatkan SMA berkuliah di Fakultas Kedokteran di Jakarta dan kemudian pada tahun 1976 pindah ke Australia untuk melanjutkan studi.

Beliau bekerja selama 18 tahun di Patologi (swasta) dengan jabatan akhir sebagai Kepala Department dibidang Endocrinology, sebelum meresponi panggilanNya menjadi hamba Tuhan. Beberapa ilmu di bidang Teologia yang menjadi dasar pelayanannya adalah Dip. Biblical Studies, Cert. in Christian Counselling, MA in Missiology, Doctor in Ministry and Doctor in Christian Counselling.

Aktivitas

Kegiatan Gereja

Bergabunglah bersama kami dalam kegiatan yang kami lakukan

Aktivitas

Kebaktian Minggu Jam 1pm

Ruang kebaktian di
Wesley Theatre

AKTIvitas

Kebaktian Minggu Jam 6pm

Ruang kebaktian di
Wesley Church

AKTIvitas

Sekolah Minggu Jam 1.15pm

kegiatan dilakukan di
ruangan Green Room

AKTIvitas

Persekutuan Doa Rabu Jam 7.15pm

Kegiatan dilakukan di
Wesley Church

AKTIvitas

Kelompok Sel Grup

Kegiatan dilakukan setiap
Sabtu pertama & ketiga

AKTIvitas

Agape Youth Jumat Jam 7pm

Kegiatan dilakukan
ruangan di Wesley Church

MESSAGE

Kotbah Minggu

Berguna Bagi Kerajaan Kristus

Firman: Kisah Para Rasul 18: 24-28

Kisah seorang pemuda, “seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria” (ay 24) datang ke Efesus dan bertemu dengan “Priskila dan Akwila” di rumah ibadah. Apolos kemudian “menyeberang ke Akhaya” (ay 27) dan di sana dinyatakan “ia, oleh karena kasih karunia Allah, menjadi seorang yang berguna bagi orang-orang yang percaya” (ay 27). Apa yang perlu kita teladani agar kita juga menjadi orang-orang yang berguna bagi KerajaanNya?

1. Menambah pengetahuan FirmanNya

“Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci” (ay 24). Apolos mempunyai talenta dan pengetahuan Firman! Talenta adalah pemberian dari Tuhan tetapi untuk memiliki pengetahuan Firman adalah kemauan. Komentari menyatakan, Apolos berasal dari Aleksandria, kota pusat ahli teologia, mungkin ia lulusan dari salah satu sekolah teologia. Memiliki pengetahuan dasar alkitab merupakan keharusan agar kita dapat menjelaskan dan tidak menyesatkan. Di dalam perikop ini dinyatakan Apolos, “ia hanya mengetahui baptisan Yohanes” (ay 25), tegasnya PL dan sebagian PB.  Injil Matius menyatakan “Aku (Yohanes pembaptis) membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia (Tuhan Yesus) yang akan datang .. akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan api” (Mat 3: 11).

2. Memiliki semangat dan rendah hati

“Dengan bersemangat ia berbicara” (ay 25) dan “Setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah .. dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah” (ay 26). Dua karakter yaitu a) Bersemangat (KB: berkobar-kobar) memiliki arti dengan sekuat tenaga bersungguh sungguh melakukan tugas panggilannya dan b) rendah hati, mau mendengarkan dan diajar oleh orang awam, Priskila dan Akwila, “tukang kemah”, “ia (Paulus) tinggal bersama-sama dengan mereka” dan “selama  1 tahun 6 bulan .. mengajarkan firman Allah” (Kis 18: 3&11). Kerendahan hati Apolos inilah menambah pengetahuannya tentang Tuhan Yesus, menurut pengajaran para Rasul. Pemazmur berkata “Ia membimbing .. mengajarkan jalanNya kepada orang-orang yang rendah hati” (Maz 25:9)

3. Mampu menguatkan iman sesama

“membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias” (ay 28). Orang Yahudi dan Apolos mengetahui Kitab Suci, Taurat! Bedanya Apolos memiliki pengetahuan tambahan, ajaran dari para Rasul Kristus dan “oleh kasih karunia Allah”, sehingga ia mampu membuktikan kebenaran dan memantapkan iman orang-orang percaya sesuai dengan pengajaran para Rasul. Apa yang diajarkan ke Apolos? “Jalan Allah” (ay 26) (KH: apa yang telah terjadi atas Yesus setelah masa Yohanes dan juga makna semua kejadian itu). Mungkin dapat dinyatakan seperti kotbah Rasul Petrus, “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu menjadi Tuhan dan Kristus” (Kis 2:36)

ABOUT US

Agape at Wesley

Welcome to AGAPE Website Agape Indonesian Christian Fellowship is a  church committed to caring for and blessing the growing Indonesian community in Sydney. By God's grace and power, we are continuously seeking to build a church where people can love one another, grow in spiritual maturity and develop their God given gifts.

Agape is an unconditional love that does not demand anything in return and puts others first before oneself. It is a gold standard that Jesus Christ has shown for us to follow (John 3:16) and indeed it is a noble and worthy challenge to love with the love that Jesus has for mankind.