jkiagape.org

News

The latest message and news around church

Agape Retreat Registration 2018


https://www.surveymonkey.com/r/7ZZFG25

Mencapai tujuan memperoleh hadiah

Firman: Filipi 3: 10-16

Rasul Paulus menyatakan “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus ... karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada segalanya” (ay 7-8). Dahulu dan sekarang, dipisahkan oleh pertobatan, di mana Ia bertemu dengan Tuhan di dalam perjalanan ke Damsyik! Rasul Paulus menyadari “Bukan seolah-olah aku ... telah sempurna, melainkan aku mengejarnya ...” (ay 12) Bahkan ia menyatakan “baiklah tingkat pengertian yang kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh” (ay 16) – sempurnakan kerohanianmu. Apa yang dilakukannya Paulus?

1. Berkemauan meningkatkan kerohanian
“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan dan persekutuan dalam penderitaanNya” (ay 10). Itu adalah kemauan Rasul Paulus! Mengenal dan mengalami! Bagaimana untuk mengenal Dia? Ada dua element yang dibutuhkan yaitu FirmanNya dan Roh Kudus! Penulis Amsal berkata “mencarinya ... mengejarnya .. maka engkau akan ... mendapat pengenalan akan Allah” (Ams 2:4-5) dan Rasul Paulus berkata “Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar” (Ef 1:17). Lebih daripada itu Rasul Paulus berkemauan mengalami, berjalan bersama Tuhan, lewat pelayanan! Kuasa kebangkitanNya bahwa Tuhan itu hidup dan RohNya ada bersama dengan kita, sehingga kita mampu ikut dalam penderitaanNya, di dunia ini untuk melayani “orang yang suka melawan” (2 Tim 2:25). Apakah pelayanan itu penderitaan? Pelayanan adalah kehormatan tetapi melayani bisa memberikan penderitaan, karena perlu menyalibkan kedagingan kita! Tetapi ingat pernyataan Rasul Paulus “kita juga adalah ahli waris ... menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia” (Rom 8:17). Dampak pengenalan kita kepada Kristus adalah kemampuan kita melakukan “Kasihilah Tuhan, Allahmu ... yang terutama dan yang pertama” (Mat 22:37-38).

2. Berusaha mencapai tujuan
“dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus” (ay 14). Berlari adalah usaha! Keberhasilan kita tergantung daripada sejauh apa kemauan dan usaha kita, disamping kita perlu mengingat “sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh 15:5). Rasul Paulus juga menyatakan “aku melupakan ... dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku” (ay 14) – jangan menoleh ke belakang agar tidak seperti  “istri Lot ... menjadi tiang garam” (Kej 19:26). Kisah Petrus berjalan di atas air dan tenggelam disebahkan karena “Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam ... Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang” (Mat 14: 30-31) – tidak fokus dan kurang iman! Targetnya adalah “memperoleh hadiah” dan dinyatakan “panggilan surgawi”! Di dalam perumpamaan talenta yang diajarkan oleh Tuhan Yesus: “Hai hambaku yang baik dan setia ...Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Mat 25:21).

Agape on Video

Visual presentation of latest event
JKI Agape Church Sydney

Agape on twitter

Announcements from church