Bapa Mendidik Generasi Baru

Supaya lanjut umurmu.. baik keadaanmu.. menjadi sangat banyak.. di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya

Firman: Ulangan 6: 1-13

Kisah Musa memanggil para pria (bapa) dan berkata “Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah Tuhan, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, kemana kamu pergi untuk mendudukinya” (ay 1). Dinyatakan “supaya lanjut umurmu .. baik keadaanmu .. menjadi sangat banyak .. di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya” (ay 2-3). Apa yang Musa nyatakan untuk dilakukannya?

1. Mengasihi Tuhan dan mengajarkan
“Kasihilah Tuhan .. haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu” (ay 5&7). Tuhan Yesus menyatakan “Kasihilah Tuhan .. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama” (Mat 22:37-38). Ini adalah kewajiban! Bagaimanakah mengajarkan kepada anak-anak kita? Perikop ini menyatakan diajarkan dan diperkatakan! Cara mengajar yang efektif adalah menjadikan diri kita sebagai teladan bagi generasi berikutnya. Di antaranya dinyatakan “Inilah kasih kepada Allah yaitu bahwa kita menuruti perintah2Nya” (1 Yoh 5:3) dan “Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (1 Yoh 4:21) – tidak dendam dan tidak benci.

2. Mengingat kebaikan Tuhan
“dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka ber-hati2lah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan” (ay 11-12). Kenyataan kehidupan manusia, jika ada dalam masalah dan kebutuhan, ingat akan Tuhan tetapi jika kebutuhan terpenuhi dan masalah terselesaikan, Tuhan dilupakan. Mengapa? Benarkah manusia itu pelupa atau pura-pura lupa. Tuhan berkata “berhati-hatilah”. Orang yang melupakan kebaikan Tuhan, tidak dapat mengasihi Tuhan dan tidak dapat bersyukur kepadaNya. Sedangkan Rasul Paulus berkata “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab inilah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1Tes 5:18). Ingat kisah 10 orang kusta (baca Luk 17: -19) Pemazmur berkata “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu” (Maz 34: 9) – alami kebaikannya!

3. Setia melakukan ibadah
“Engkau harus takut akan Tuhan .. kepada Dialah haruslah engkau beribadah” (ay 13). Diawali dengan takut akan Tuhan sehingga menjadikan ibadah sebagai kewajiban! Tuhan berkata kepada Firaun, “Biarkanlah anakKu itu pergi supaya ia beribadah kepadaKu” (Kel 4:23) – pergi untuk mempersembahkan korban (puji-pujian), Rasul Paulus berkata “mempersembahkan tubuhmu .. itu adalah ibadahmu yang sejati” (Rom 12:1) – penyerahan diri untuk melakukan kehendakNya. Penulis Ibrani berkata “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita” (Ib 10: 25) – bersekutu dan saling melayani. Ibadah dapat disimpulkan sebagai penyerahan diri kepada Tuhan untuk dipakai dalam melakukan pelayanan sesuai kehendakNya, termasuk melayani sesama.

Next Messages

October 17, 2021

Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci AllahKu

October 3, 2021

Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula

October 24, 2021

Ia akan Kududukan bersama-sama dengan Aku di atas tahtaKu