Photo by Sabine van Straaten on Unsplash

Bapa Rohani yang Alkitabiah

Inilah sikap Bapa rohani yang perlu diteladani dan dimengerti oleh anak-anak rohaninya. Apakah itu?

Firman: 1 Tesalonika 2: 5-12

Surat Rasul Paulus kepada jemaat dimana Rasul Paulus menyatakan “Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya” (ay 11) – kami adalah bapa rohanimu, jemaat di Tesalonika adalah anak-anak rohani dari Rasul Paulus. Dan inilah sikap Bapa rohani yang perlu diteladani dan dimengerti oleh anak-anak rohaninya. Apakah itu?

1. Menyatakan rasa kasih sayang
“Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu,” (ay 8a). Rasul Paulus menyatakan kasih sayang (Engl: affectionate), ada kasih dan ada sayang, dan digambarkan “berlaku ramah, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anak-anaknya” (ay 7). Kasih sayang perlu dinyatakan dalam tindakan! Gary Chapman mengatakan ada lima bahasa kasih yang dapat digunakan yaitu: perkataan, sentuhan, pemberian, quality time dan pelayanan. Rasul Yohanes berkata “Anak-anakku, marilah kita mengasihi … dengan perbuatan dan dalam kebenaran” (1 Yoh 3:18). Di dalam perikop ini Rasul Paulus berkata “seperti bapa … telah menasihati .. dan menguatkan hatimu seorang demi seorang ..” (ay 11). Pernyataan “seorang demi seorang” adalah quality time, menasihati dan menguatkan anak rohaninya.

2. Mengajar kebenaran Firman
“bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu” (ay 8b). Kata “rela” (KB: bersedia) dibuktikan dengan tindakan meninggalkan masa lalu dan jabatannya, “aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus …” (Fil 3:8). Rasul Paulus tidak hanya memberitakan Injil yang dinyatakan “FirmanMu adalah kebenaran” (Yoh 17:17) tetapi juga menyerahkan hidup pribadinya bagi Tuhan dan jemaatNya. Penulis Amsal menasihati, “Hai anak-anak janganlah menolak didikan .. mendapat hikmat .. memperoleh kepandaian … jalan penuh bahagia .. sejahtera semata-mata” (Ams 3: 11-17). Didikan Firman ternyata memberikan hikmat dan kepandaian, dan yang menjanjikan “hari depan yang penuh harapan” (Yer 29:11).

3. Membawa ke dalam keberhasilan
“dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaanNya” (ay 12). Ternyata tidak mudah mengajar Firman untuk diterima oleh jemaat Tuhan (anak-anak rohani). Rasul Paulus berkata “ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan … sehingga mereka mengenal kebenaran …” (2 Tim 3: 24-25). Di dalam perikop ini dikatakan “meminta dengan sangat” agar jemaat “hidup sesuai dengan kehendak Allah” dan menikmati janji berkat Tuhan. Penulis Ibrani berkata “sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu” (Ib 10:36). Apa yang dijanjikan Tuhan? Dinyatakan dalam perikop ini masuk “ke dalam Kerajaan dan kemuliaanNya” (ay 12). Menikmati selama kita ada di bumi dan setelah kita kembali ke rumah Bapa. (baca Rom 14:17).

Sebagai pelengkap Rasul Paulus memberi nasihat kepada anak-anak rohani “supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras … yang memimpin kamu .. yang menegor kamu dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih ….” (1 Tes 5:12-13) dan “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga jiwamu….” (Ib 13:17). Maka terbinalah hubungan yang baik antara Bapa dan anak!

Next Messages

December 1, 2019

Untuk menjadi manusia baru dibutuhkan proses (metamorphosa), tidak seketika berubah tetapi perlahan-lahan...

November 24, 2019

Injil Yohanes memberikan judul dalam perikop ini “Gembala yang baik”dan dinyatakan “Akulah gembala yang baik”

November 17, 2019

Kisah perjalanan Tuhan Yesus, dikatakan “Yesus masuk ke kota Yerikho ..di situ ada seorang bernama Zakheus