Photo by Matheus Ferrero on Unsplash

Hidup ini adalah berkat Tuhan

Orang benar mampu nikmati hidup yang indah sebagai berkatNya, “datanglah KerajaanMu ... di bumi seperti di sorga”

Firman: 1 Petrus 3: 8-12

Surat Rasul Petrus yang menyatakan bahwa kehidupan orang benar ada dalam pengawasan Tuhan “Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar” (ay 12) sehingga mereka dapat menikmati hidup dengan baik. Pemazmur Daud juga mengalami dan berkata “tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan atau anak cucunya meminta-minta roti” (Maz 37:25). Orang benar mampu nikmati hidup yang indah sebagai berkatNya, “datanglah KerajaanMu ... di bumi seperti di sorga” (Matt 6: 10). Mau hidup berbahagia, inilah yang harus diperhatikan:

1. Membina persatuan dalam kasih
“Hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara2, penyayang dan rendah hati” (ay 8). Ini tidak mudah diperoleh, bersatu sehati dan seperasaan! Dibutuhkan kasih dan kerendahan hati. Rasul Paulus berkata “kenakanlah kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan” (Kol 3:14). Adapun kasih yang dimaksud adalah “divine love” bukan human love dan itu adalah “buah Roh ialah kasih ......” (Gal 5:22). Sedangkan rendah hati itu adalah karakter Kristus dan dinyatakan “Barangsiapa mengatakan bawa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yoh 2:6). Teladani Tuhan Yesus yang berkata “Anak manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani” (Mat 20:28)

2. Menjadi penyalur berkatNya
“hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat” (ay 9). Perhatikan, panggilan kita untuk memberkati dan untuk itu kita memperoleh berkat. Jadi diberkati untuk memberkati! Tuhan Yesus menyatakan “Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima” (Kis 20:35). Jadi ada kebahagiaan tersendiri jika kita mampu memberkati orang lain. Pernyataan memberkati memiliki pengertian memberi sesuatu yang baik, yang positif dari sebab itu perikop ini mengingatkan “janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki” (ay 9). Rasul Paulus berkata “Pembalasan itu adalah hakKu. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan” (Rom 12:19). Jadilah penyalur berkat, “olehmu semua di muka bumi akan mendapat berkat” (Kej 12:3)

3. Menikmati hidup dengan damai
“Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik ia harus menjaga lidahnya ... menjauhi yang jahat ... mencari perdamaian ...” (ay 10-11). Ada yang harus dijaga agar hidup kita berarti dan selalu baik yaitu dalam tiga hal, a) harus menjaga lidahnya (jahat) .. bibirmu (menipu), karena “Lidahpun adalah api” (Yak 3:6) dan gunakan mulut untuk menyatakan kebenaran; b) harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, “tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Tim 3:17) dan c) harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya, tidak mudah membutuhkan usaha karena kemanusiawian kita dan Tuhan Yesus menyatakan “Berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat 5:9).

Next Messages

December 1, 2019

Untuk menjadi manusia baru dibutuhkan proses (metamorphosa), tidak seketika berubah tetapi perlahan-lahan...

November 24, 2019

Injil Yohanes memberikan judul dalam perikop ini “Gembala yang baik”dan dinyatakan “Akulah gembala yang baik”

November 17, 2019

Kisah perjalanan Tuhan Yesus, dikatakan “Yesus masuk ke kota Yerikho ..di situ ada seorang bernama Zakheus