Photo by Ben White on Unsplash

Kain salah dan Habel benar

Dinyatakan bahwa Tuhan berkenan kepada Habel karena benar dan tidak berkenan kepada Kain yang dinyatakan salah

Firman: Kejadian 4: 1-16 (baca 1-12)

Kisah anak-anak Adam dan Hawa yang diberi nama Kain dan Habel. “Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani” (ay 1). Dinyatakan bahwa Tuhan berkenan kepada Habel karena benar dan tidak berkenan kepada Kain yang dinyatakan salah dan dihukum atas tindakannya, “engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara” (ay 12). Kain kemudian berkata, “aku akan tersembunyi dari hadapanMu ...” (ay 14). Apa yang perlu diperhatikan dalam kisah ini supaya kita hidup benar dihadapan Tuhan?

1. Miliki iman yang benar

“Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah ... Habel juga mempersembahkan ... anak sulung ... yakni lemak-lemaknya” (ay 3-4). Keduanya memberikan persembahan kepada Tuhan tetapi berbeda. Penulis Ibrani melengkapi “Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik daripada korban Kain .... Dengan jalan itu .. ia benar karena Allah berkenan ...” (Ib 11:4). Perbuatan Habel dinyatakan “karena iman”. Mungkinkah Kain tidak beriman atau kurang beriman?  Orang beriman akan bertindak sesuai iman kepercayaan atau sesuai kehendakNya! Contoh:  “Karena iman, maka Nuh dengan petunjuk Allah .. taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarga” (Ib 11:7). “Karena Iman maka Musa .. lebih suka menderita sengsara ... dari pada sementara menikmati kesenangan dari dosa” (Ib 11: 24-25)

2. Persembahkan yang berkenan

“Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkanNya” (ay 4-5). Habel atau Kain dan persembahan mereka! Pribadi dan apa yang dipersembahkan! Penulis Ibrani berkata “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah” (Ib 11:6). Adapun persembahan yang dikehendaki Tuhan, “berupa korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan. Segala lemak adalah kepunyaan Tuhan” (Im 3:16). Di dalam PB, yang berkenan yaitu “mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup yang kudus dan yang berkenan kepada Allah” (Rom 12:1). Sadari pula “bahwa kamu bukan milik kamu sendiri. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu” (1 Kor 6:19-20). Persembahkan hidupmu!

3. Dengarkan teguran Tuhan

“Lalu hati Kain menjadi sangat panas dan mukanya muram. Firman Tuhan kepada Kain: Mengapa ....?” (ay 5-6). Tuhan mengetahui dan segera menegur Kain bahkan diberi nasihat “engkau harus berkuasa atasnya” (ay 7). Di dalam arti kata walaupun “dosa sudah mengintip .. sangat menggoda” (ay 7) kita masih mampu menguasainya. Rasul Yohanes berkata “Roh yang ada di dalam kamu lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia” (1 Yoh 4:4). Amat disayangkan Kain tidak sensitif berbeda dengan Daud, sewaktu ia ditegur oleh Nabi Nathan, ia segera berkata “Aku sudah berdosa kepada Tuhan” (2 Sam 12:13). Di ampuni tetapi tetap berakibat dari dosanya.

Next Messages

December 1, 2019

Untuk menjadi manusia baru dibutuhkan proses (metamorphosa), tidak seketika berubah tetapi perlahan-lahan...

November 24, 2019

Injil Yohanes memberikan judul dalam perikop ini “Gembala yang baik”dan dinyatakan “Akulah gembala yang baik”

November 17, 2019

Kisah perjalanan Tuhan Yesus, dikatakan “Yesus masuk ke kota Yerikho ..di situ ada seorang bernama Zakheus