Photo by Aaron Burden on Unsplash

Membangun kerohanian pribadi

Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai ahli bangunan yang cakap...

Firman: 1 Korintus 3: 10-23

Surat Rasul Paulus berkata “Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya” (ay 10). Di atas dasar yang kokoh kita harus membangun kehidupan kita! Jika tidak, “hujan .. banjir .. angin ... rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya” (May 7: 27) Apa yang perlu dipelajari di dalam perikop ini?

1. Firman Tuhan sebagai dasar hidup
“Dasar yang telah diletakkan yaitu Yesus Kristus” (ay 11). Atau dapat dinyatakan yaitu FirmanNya, “Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita” (Yoh 1:14). Dibutuhkan Firman Tuhan! Tuhan Yesus berkata “Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu” (Mat 7: 24) – “rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu” (Mat 7:25). Bagaimana untuk menjadi pelaku Firman? Firman itu perlu di mengerti! Ada dua hal yaitu a) butuh Roh Kudus, “hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padaNya ... di mana ada Roh Allah di situ ada kemerdekaan” (2 Kor 3: 16-17) dan b) butuh pembimbing, “Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” (Kis 8: 31).

2. Membangun dengan integritas diri
“tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun diatasnya” (ay 10-11). Tiap pribadi bertanggung jawab! Dinyatakan ada 2 kategori kualitas bangunan yaitu: a) “emas, perak, baru permata” dan “kayu, rumput kering atau jerami” (ay 12). Keduanya akan diuji dan dikatakan “yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah” (ay 14). Bangunlah kerohanianmu lewat pelayanan! Rasul Paulus berkata “Dalam rumah ... terdapat perabot dari emas dan perak ... dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia ... kurang mulia” (2 Tim 2:20). Mari kita melayani Tuhan dengan tugas mulia yaitu: a) hiduplah dalam kebenaran, “jauhilah nafsu orang muda”, b) sebagai pembawa damai, “tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah” dan c) memenangkan jiwa, “menuntun orang yang suka melawan ... sehingga mereka mengenal kebenaran” (baca 2 Tim 2: 22-25).

3. Muliakan nama Tuhan senantiasa
“Kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu” (ay 16). Di dalam perikop lain Rasul Paulus berkata “Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu” (1 Kor 6:20). Apa yang perlu dilakukan untuk memuliakan Tuhan? Di antaranya: a) melakukan perbuatan baik, “supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Mat 5:16) dan b) menyelesaikan tugas panggilan “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk melakukannya” (Yoh 17:4). Rasul Paulus menegaskan “Jika ada orang yang membinasakan Bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia” (ay 17) – membangunlah dan jangan menghancurkan!

Next Messages

December 1, 2019

Untuk menjadi manusia baru dibutuhkan proses (metamorphosa), tidak seketika berubah tetapi perlahan-lahan...

November 24, 2019

Injil Yohanes memberikan judul dalam perikop ini “Gembala yang baik”dan dinyatakan “Akulah gembala yang baik”

November 17, 2019

Kisah perjalanan Tuhan Yesus, dikatakan “Yesus masuk ke kota Yerikho ..di situ ada seorang bernama Zakheus