Mempersiapkan umat bagi Tuhan

Kisah Yohanes Pembaptis yang akan dilahirkan dengan tugas panggilan khusus yaitu “menyiapkan bagi Tuhan suatu umat......

Firman: Lukas 1: 14-17

Kisah Yohanes Pembaptis yang akan dilahirkan dengan tugas panggilan khusus yaitu “menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya” (ay 17). (KH: mempersiapkan umat manusia bagi kedatanganNya). Di dalam arti kata, yang mau menerima dan percaya untuk mendengarkan pengajaranNya agar masuk ke dalam kerajaanNya. Di masa kini adalah tugas gereja yaitu untuk mempersiapkan diri (tiap pribadi) untuk menyambut kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Apa yang perlu kita lakukan sesuai dengan perikop ini?

1. Jadi teladan sebagai orang Kristen

“Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan .. tidak akan minum anggur atau minuman keras .. ia akan penuh dengan Roh Kudus” (ay 15). Tampil beda, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini” (Rom 12:2) tetapi “muliakanlah Allah dengan tubuhmu” (1 Kor 6:20). Rasul Paulus menyatakan “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Allah dengan muka yang tidak terselubung .. datangnya dari .. Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya dalam kemuliaan yang semakin besar” (2 Kor 3:18). Dari sebab itu jadilah seperti Kristus agar kita dapat mencerminkan Kristus dalam hal: kasih dan peduli, kerendahan hatiNya dan ketaatanNya.

2. Berbagi Firman kepada sesama

“ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka” (ay 16). (KB: akan dibimbingnya kembali kepada Allah). Injil Lukas mencatat “Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah .. dan menyerukan: bertobatlah .. dibaptis .. ada tertulis dalam kitab nubuata-nubuatan Yesaya” (Luk 3: 3-4). Yohanes pembaptis menyatakan Firman Tuhan! Inilah juga panggilan kita untuk melakukan Amanat Agung Kristus. Ingat di dalam penginjilan: a) jadikan dirimu “disukai semua orang” (Kis 3:47); b) berbicara Firman, dengarkan dan hargai orang lain, “Janganlah menghakimi” (Mat 7:1) dan c) berdoa minta pertolongan kuasa Roh Kudus.

(Kisah Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias .. Kata Yesus: .. bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu melainkan BapaKu yang di surga” (Matt 16: 16-17))

3. Bina hubungan dengan kasih

“membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar” (ay 17). Orangtua dipanggil “didiklah mereka (anak-anakmu) di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (Eph 6:4), demikian juga orang-orang yang tidak taat perlu diarahkan dalam kebenaran. Keduanya membutuhkan terjalinnya hubungan dan komunikasi yang baik. Rasul Paulus berkata “Kenakanlah kasih” (Kol 3:14). Dan tantangan yang perlu dihadapi yaitu dengan orang yang suka melawan, dari sebab itu: “Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan .. sehingga mereka mengenal kebenaran .. menjadi sadar kembali karena terlepas dari jerat iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya” (2 Tim 2: 24-26). Terlepas dari Iblis!

Next Messages