Murid-Murid Tuhan Yesus

Ini adalah surat Rasul Yohanes yang ditujukan kepada umat Tuhan, diawali dengan perkataan “Hai anak-anakku, hal-hal.....

Firman: 1 Yohanes 2: 1-6

Ini adalah surat Rasul Yohanes yang ditujukan kepada umat Tuhan, diawali dengan perkataan “Hai anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa .. kita mempunyai Yesus Kristus yang adil” (ay 1-2). Kita adalah manusia berdosa, dikatakan “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa maka kita menipu diri sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita” (1:8). Tetapi ingat akan pernyataan Rasul Paulus “Bolehkah kita bertekun dalam dosa .. ? Sekali-kali tidak!” (Rom 6:1). Apa yang dapat kita pelajari dalam perikop ini?

1. Percaya pada Tuhan Yesus

“Kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa  ..” (ay 2). Tuhan Yesus Kristus adalah Juruselamat dengan dua jabatan yaitu sebagai perantara dan sebagai pendamai. Sebagai “perantara” atau penghubung antara manusia dengan Allah Bapa atau “seorang pembela” (KB) (our defence” (NIV)) dan sebagai “pendamai” (“atoning sacrifice” (NIV) – dalam konteks PL adalah penutup tabut atau “tutup pendamaian” (Kel 25:17). Dari sebab itu Penulis Ibrani menyatakan “oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke tempat kudus .. kita mempunyai Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah” (Ib 10: 19-21). Pernyataan Tuhan Yesus “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, klau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6).

2. Mentaati semua perintahNya

“Dan inilah tandanya bahwa kita mengenal Allah yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintahNya” (ay 3). Pengenalan membuat kita “takut akan Tuhan” dan taat akan FirmanNya! Dari sebab itu kita perlu mengenal Tuhan dengan benar dan menyadari bahwa Dia adalah Juruselamat, yang membawa kita masuk dalam Kerajaan Surga. Bagaimana cara mengenal Tuhan? Dikatakan: a) Lewat Firman Tuhan, “jikalau engkau mencarinya .. mengejarnya, maka engkau .. mendapat pengenalan akan Allah” (Ams 2:4-5) dan b) Kuasa Roh Kudus, “supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar” (Ef 1:17). Ketaatan inilah yang menjadikan, perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Yos 1:8).

3. Meneladani kehidupan Kristus

“Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Kristus, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (ay 6). Rasul Yohanes dengan tegas menyatakan seseorang yang berkata sebagai murid Tuhan (Orang Kristen), ia wajib meneladani Tuhan Yesus sewaktu Ia ada di dunia ini. Beberapa yang perlu kita perhatikan di antaranya: a) kasih dan peduliNya, “ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: Jangan menangis” (Luk 7:13); b) kerendahan hatiNya, “mengosongkan diriNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba” (Fil 2:7) dan c) ketaatanNya, “taat sampai mati, bahkan sampai mati di Kayu salib” (Fil 2:8) – mati di Kayu salib adalah penderitaan dan penghinaan!

Next Messages