Photo by Patrick Schneider on Unsplash

Nasihat Rohani Seorang Gembala

Daud sebagai Bapa sedang mempersiapkan anaknya Salomo untuk menggantikan dia sebagai raja

Firman: 1 Raja-raja 2: 1-4

Diawali dengan pernyataan “Ketika saat kematian Daud mendekat, ia berpesan kepada Salomo, anaknya” (ay 1). Tujuannya adalah: Daud sebagai Bapa sedang mempersiapkan anaknya, Salomo untuk menggantikan dia sebagai raja, “Kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki. Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap Tuhan, Allahmu” (ay 2-3). Ini adalah panggilan dari Tuhan dan harus dilakukan dengan tanggung jawab terhadap Tuhan. Apa yang dinyatakan sebagai nasihat Daud kepada Salomo?

1. Miliki ketaatan dalam Tuhan
“dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya dan dengan tetap mengikuti segala ... seperti yang tertulis dalam hukum Musa” (ay 3). Tuhan yang akan menyatakan jalanNya, “Langkah orang ditentukan oleh Tuhan, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?” (Ams 20:24). Daud menyatakan “dengan tetap mengikuti ... hukum Musa” (ay 3). Dengan memperhatikan Firman Tuhan! Perbedaan raja dunia dan raja Israel dikatakan “Apabila ia duduk di atas tahta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini ... Itulah yang harus ada disampingnya dan haruslah ia membacanya .. untuk belajar takut akan Tuhan” (Ul 17: 18-19). Cara Tuhan mendidik agar kita taat, “di padang gurun selama 40 tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau ... apakah engkau berpegang pada perintahNya atau tidak ... membiarkan engkau lapar ... “ (Ul 8:2-3).

2. Miliki kesetiaan pada Tuhan
“supaya Tuhan menepati janji yang diucapkanNya ... Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapanKu dengan setia, dengan segenap hati ... jiwa” (ay 4). Penggenapan janji berhubungan dengan kesetiaan kita, dikatakan pula “dengan segenap” bukan sebagian tetapi seutuhnya menyatakan kesetiaannya. Yang perlu disadari bahwa Tuhan itu dinyatakan “yang namaNya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu” (Kel 34:14). Kita dituntut untuk setia, dalam arti kata terus menerus atau konsisten, dengan sepenuhnya: mengasihiNya, mentaatiNya, mengagumiNya, mengikutiNya, menyembahNya, atau singkatnya adalah beribadah kepadaNya! Penulis Amsal menyatakan “Banyak orang menyebut diri baik hati tetapi orang yang setia, siapakah yang menemukannya?” (Ams 20:6) – sulit tetapi ada, dengan kuasa Roh Kudus!

3. Penggenapan janji Tuhan
“dengan tetap mengikuti ... supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju” (ay 3) – Pemazmur: “apa saja yang diperbuatnya berhasil” (Maz 1:3). Dan “dengan setia ... maka keturunanmu takkan terputus dari tahta kerajaan Israel” (ay 4) – Pemazmur Daud bersaksi “tidak pernah aku melihat orang benar di tinggalkan ... anak cucunya menjadi berkat” (Maz 37: 25-26). Amat disayangkan Salomo tidak setia dan akibatnya “Sebab pada waktu Salomo sudah tua .. istri-istrinya itu mencondongkan hatinya .. Lalu berfirmanlah Tuhan ... Aku akan mengoyakkan kerajaan itu ... memberikan kepada hambamu” (1 Raj 11:4&11).

Next Messages

December 1, 2019

Untuk menjadi manusia baru dibutuhkan proses (metamorphosa), tidak seketika berubah tetapi perlahan-lahan...

November 24, 2019

Injil Yohanes memberikan judul dalam perikop ini “Gembala yang baik”dan dinyatakan “Akulah gembala yang baik”

November 17, 2019

Kisah perjalanan Tuhan Yesus, dikatakan “Yesus masuk ke kota Yerikho ..di situ ada seorang bernama Zakheus