Photo by MI PHAM on Unsplash

Wanita sebagai istri dan ibu

Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.

Firman: Amsal 31: 1--31

Penulis Amsal berkata: “Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri” (Ams 14:1). Dari sebab itu para wanita jadilah bijak atau berhikmat! “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan” (Ams 9:10)! Penulis Amsal juga berkata: “Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan Tuhan dipuji-puji” (ay 30) dan inilah suasana rumah tangganya dari wanita yang takut akan Tuhan “Anak-anaknya bangun dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia” (ay 28). Apa yang dapat kita pelajari tentang wanita sebagai istri dan ibu?

1. Dia adalah penolong suaminya
“Hati suaminya percaya kepadanya ... Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya” (ay 11-12). Wanita memiliki hati yang setia dan mau membaktikan diri bagi suaminya! Firman berkata “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong yang sepadan dengan dia” (Kej 2:18). Wanita dijadikan Tuhan sebagai penolong, meniadakan kesepian dan menjadikan suaminya berhasil sebagai kepala keluarga! Dari sebab itu Rasul Paulus meminta sejak awal, “mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang” (Tit 2:4-5). Firman harus digenapi dan inilah kehendak Tuhan agar nama Tuhan dipermuliakan.

2. Dia adalah ibu rumah tangga
“Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya dan membagi-bagikan tugas ....” (ay 15). Mengatur untuk memenuhi kebutuhan seisi rumahnya! Jam bekerjanya, bangun pagi-pagi dan tidur malam-malam, dan memiliki kekuatan khusus dikatakan “Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya” (ay 17). (KB: Ia menyiapkan dirinya untuk bekerja sekuat tenaga). Hal yang nyata bahwa wanita itu lebih kuat daripada pria, karena wanita diciptakan dari tulang “rusuk” (Kej 2:21) sedangkan pria dari “debu tanah” (Kej 2:7). Usia wanita lebih panjang daripada pria! Dan di dalam mengatur rumah tangganya dikatakan “Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya” (ay 27) (KB: rajin bekerja). Diciptakan dan dididik seperti itu!

3. Dia adalah pelengkap keluarga
Apa yang dilakukannya sebagai pelengkap keluarga? Di antaranya a) “menyediakan makanan untuk seisi rumahnya” (ay 15); b) bekerja “Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan” (ay 18); c) bermurah hati terhadap sesama “Ia memberikan .. yang tertindas ... yang miskin” (ay 20); d) “Suaminya dikenal di pintu gerbang” (ay 23); dan e) “Ia membuka mulutnya dengan hikmat ... pengajaran yang lemah lembut” (ay 26). Penulis Amsal menyatakan “Istri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata” (ay 10) dan “Istri yang cakap adalah mahkota suaminya” (Ams 12:4) (“Cakap” – Noble Character)

Next Messages

December 1, 2019

Untuk menjadi manusia baru dibutuhkan proses (metamorphosa), tidak seketika berubah tetapi perlahan-lahan...

November 24, 2019

Injil Yohanes memberikan judul dalam perikop ini “Gembala yang baik”dan dinyatakan “Akulah gembala yang baik”

November 17, 2019

Kisah perjalanan Tuhan Yesus, dikatakan “Yesus masuk ke kota Yerikho ..di situ ada seorang bernama Zakheus