Pertobatan Sejati

Aku akan pergi pulang ke tempatKu, sampai mereka mengaku bersalah dan mencari wajahKu

Firman: Hosea 6: 1-6

Tuhan menyatakan lewat Nabi Hosea, “Aku akan pergi pulang ke tempatKu, sampai mereka mengaku bersalah dan mencari wajahKu. Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku” (5:15). Tuhan menjauhi umatNya! Dan di saat itulah kesesakan (KB: dalam penderitaannya) terjadi dan pada umumnya mereka tergerak merindukan Tuhan. Bukankah ini yang sering terjadi dalam kehidupan! Apa yang perlu kita pelajari sebagai pertobatan yang sejati yang berkenan di hadapanNya, di dalam perikop ini?

Menyerahkan Hidup kepada Tuhan
“Mari, kita akan berbalik kepada Tuhan, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita .. memukul .. membalut kita” (ay 1). Kata “berbalik kepada Tuhan” memiliki arti pertobatan (Heb: Metanoia – perubahan paradigm pikir). Nasihat Rasul Paulus, “mempersembahkan tubuh .. berubahlah oleh pembaharuan budimu .. dapat membedakan manakah kehendak Allah” (Rom 12:1-2). Nabi Hosea juga menyatakan “sebab Dialah yang telah menerkam .. menyembuhkan” sedangkan Nabi Yeremia menyatakan “rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan” (Yer 29:11). Penderitaan diijinkan oleh Tuhan terjadi dalam kehidupan selama kita hidup dalam dosa karena “Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak” (Ib 12:6) dan dikatakan “untuk kebaikan kita supaya kita beroleh bagian dalam kekudusanNya” (Ib 12: 10).

Berusahalah lebih mengenal Tuhan
“Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh untuk mengenal Tuhan” (ay 3). Bagaimana cara untuk mengenal Dia? Penulis Amsal berkata “Jikalau engkau mencarinya  .. mengejarnya .., maka engkau akan .. mendapat pengenalan akan Allah” (Ams 2:4-5). Dan Rasul Paulus menyatakan “supaya Ia memberikan kepadamu Roh .. untuk mengenal Dia dengan benar” (Ef 1:17). Dibutuhkan Firman dan Kuasa Roh Kudus! JanjiNya “Ia pasti muncul .. Ia akan datang .. seperti hujan .. yang mengairi bumi” (ay 3). Sudahkah kita mengenal Tuhan? Rasul Paulus yang telah berjumpa dengan Tuhan berkata “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia …” (Fil 3:10). Tuhan berkata “Aku .. menyukai pengenalan akan Allah, lebih daripada korban-korban bakaran” (ay 6)

Mengasihi dan Setia kepadaNya
“Apakah yang akan Kulakukan .. kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar” (ay 4). Keluhan Tuhan terhadap Israel bahwa kasih setianya seperti kabut dan embun, muncul sebentar lalu hilang! Tuhan berkata “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan” (ay 6). Kasih dan setia! Benarkah kita telah mengasihi Tuhan? Rasul Yohanes berkata”Inilah kasih kepada Allah, yaitu bahwa kita menuruti perintah-perintahNya” (1 Yoh 5:3) dan “Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (1 Yoh 4:21). Apakah kita mengasihi Dia dengan setia? Tidak mendua hati, tidak ada perselingkuhan rohani! Kitab Wahyu, “Hendaklah engkau setia sampai mati dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan” (Wah 2:10).

Next Messages

August 5, 2021

Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama 300 tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah

August 1, 2021

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar, sebab itu relakan hatimu dan bertobatlah

August 29, 2021

Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah