Pertobatan yang Sejati

Lewat Nabi Hosea Tuhan menyatakan, “Aku akan pergi ke tempatKu ... Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku” (5:15)

Firman: Hosea 6: 1-6

Lewat Nabi Hosea Tuhan menyatakan, “Aku akan pergi ke tempatKu ... Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku” (5:15). Tuhan menyatakan bahwa manusia jika ada dalam masalah, “kesesakan” barulah “mereka akan merindukan Aku” dan mencari Tuhan! (KB: “Mungkin dalam penderitaannya, mereka akan berusaha menemukan Aku”). Penderitaan terjadi sesuai kehendakNya dan bertujuan agar manusia masuk dalam pertobatan, yaitu:

1. Berbalik kembali kepada Tuhan

“Marilah kita akan berbalik kepada Tuhan sebab Dialah ... akan menyembuhkan ... akan membalut ... akan menghidupkan ... akan membangkitkan kita ... dan kita akan hidup di hadapanNya” (ay 1-2). Berbalik atau bertobat agar kita dapat hidup di hadapanNya! Ini adalah ajakan bukan paksaan, “Marilah”! Pertobatan harus diawali dari hati tiap pribadi. Rasul Yakobus berkata “Mendekatlah kepada Allah dan Ia akan mendekat kepadamu” (Yak 4:8). Kita harus mengambil langkah terlebih dahulu. Demikian juga kisah anak yang hilang, Tuhan Yesus berkata “Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya ... Ayahnya telah melihatnya ... berlari ... merangkul dan mencium dia” ” (Luk 15:20). Itulah Tuhan yang Maha Kasih yang senantiasa menunggu kita.

2. Berusaha untuk mengenal Tuhan

“Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan” (ay 3). Dibutuhkan usaha dengan kesungguhan hati. Tidak mudah penuh tantangan. Penulis Amsal berkata “... mencarinya ... mengejarnya ... maka engkau akan ... mendapat pengenalan akan Allah” (Ams 2:4-5) Sekali lagi harus berusaha untuk mendapat pengenalan tsb. Di samping itu, doa Rasul Paulus dikatakan “supaya Ia memberikan Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar” (Ef 1:17). Untuk mengenal Tuhan dibutuhkan FirmanNya dan Kuasa Roh Kudus. Dari sebab itu sebelum membaca atau mendengarkan Firman, berdoalah siapkan hatimu, baca dan renungkan Firman Tuhan, kemudian minta kuasa Roh Kudus untuk memberikan pengertian agar kita diajar dan mengerti.

3. Bertindak untuk mengasihi Tuhan

“Sebab Aku menyukai kasih setia .... menyukai pengenalan ...” (ay 6). Itu kesukaan Tuhan, “bukan korban sembelihan” (ay 6) tetapi kasih karena mengenal Dia. Istilah tak kenal tak sayang, harus mengenal Dia terlebih dahulu (bagian no 2). Keluhan Tuhan  “kasih setiamu seperti kabut pagi ... yang hilang pagi-pagi benar” (ay 4) – tidak konsisten, hanya sebentar saja dan lunturlah kasih kita. Tuahn mau kita mengasihi Dia, Hukum yang terutama dan yang pertama” (Mat 22:38). Dan buktikan dengan perbuatan, di antaranya dinyatakan oleh Rasul Yohanes “Inilah kasih kepada Allah yaitu bahwa kita menuruti printah-perintahNya” (1 Yoh 5:3); “Barangsiapa mempunyai harta .. tetapi menutup pintu hatinya .., bagaimanakah kasih Allah ada tetap di dalam dirinya? dan “Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (1 Yoh 4:21).

Next Messages