Senantiasa ada didalam Tuhan

Rasul Yakobus menyatakan “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, persahabatanmu dengan dunia.......

Firman: Yakobus 4: 4-10

Rasul Yakobus menyatakan “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, persahabatanmu dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah?” (ay 4). Tuntutan Tuhan adalah kesetiaan! Ingat Rasul Paulus berkata “Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus” (2 Kor 11:2). Sudah ada ikatan tetapi pencobaan tetap ada dalam kehidupan manusia, dari sebab itu dikatakan “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis” (ay 7). Kita hanya mampu melawan iblis dengan pertolonganNya. Apa yang perlu kita perhatikan sesuai perikop ini?

1. Mendekatlah kepada Tuhan

“Mendekatlah kepada Allah dan Ia akan mendekat kepadamu” (ay 8). Dibutuhkan inisiatif/ kemauan untuk mendekat padaNya! Di dalam kisah anak yang hilang dinyatakan “Lalu ia menyadari keadaannya … Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa aku telah berdosa ..” (Luk 15:17-18). Dan inilah yang terjadi “Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya .. berlari .. merangkul dan mencium dia” (Luk 15:20). Tuhan senantiasa menunggu agar kita melakukan tindakan awal, datang kepada Dia! Lewat nabi Yesaya dinyatakan bahwa “Tuhan menanti-nantikan saatnya untuk menunjukkan kasihNya ..” (Yes 30:18)

2. Minta pengampunan Tuhan

“Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa” (ay 8). Kita adalah orang berdosa, “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita” (1 Yoh 1:8). Dari sebab itu “Tahirkanlah tanganmu” – bersihkan kehidupanmu yaitu perbuatan atau tindakan kita dari segala yang tidak berkenan dihadapanNya. Rasul Petrus mengingatkan “Kuduslah kamu sebab Aku kudus” (1 Pet 1: 16). Persekutuan terjadi jika kita hidup kudus! Penulis Ibrani menyatakan “kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan” (Ib 12:14). Apa arti hidup kudus? Dapat diartikan hidup terpisah dari dunia, tidak mau berbuat dosa lagi melainkan mau melakukan kehendakNya!

3. Jaga hatimu senantiasa

“Sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!” (ay 8). Tuhan tidak menghendaki orang mendua hati. Rasul Yakobus berkata “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diinginNya dengan cemburu!” (ay 5). Sucikanlah hatimu, jangan ada perselingkuhan rohani! Dari sebab itu dikatakan “janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain karena Tuhan yang namaNya Cemburuan adalah Allah yang Cemburu” (Kel 34:14). Lewat Nabi Mikha dinyatakan “Dan apakah yang dituntut Tuhan daripadamu selain berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu” (Mikh 6:8). Jangan mendua hati dan miliki kerendahan hati, “rendahkan dirimu di hadapan Tuhan dan Ia akan meninggikan kamu” (ay 10). Berbahagialah kita yang ditinggikan Tuhan: diberkati, diberi pahala dan dimuliakan!

Next Messages